SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Para pecinta pastry di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, kini punya jagoan baru, yaitu cromboloni. Ianya banyak diburu hingga membuat salah satu produsen penganan merasa kewalahan melayani permintaan yang membludak.
Salah satu penyuka kue asal Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander, Teyya mengaku menjadi bagian dari masyarakat yang rela antri berlama-lama untuk membeli karena penasaran terhadap rasa cromboloni. Pertamanya dari bentuk visualnya yang membulat dan terlihat kering seperti croissant.
“Rasanya gurih, buttery, luarnya renyah crunchy garing gitu, tapi dalamnya empuk, saya suka yang isiannya coklat,” ungkapnya.
“MasyaAllah kak, segitu enaknya cromboloni, gak nyesel jauh dari Ngasem nyoba, saya beli pagi pas CFD, sampai tadi malam masih enak,” tutur Aisyah, pembeli lainnya yang terpikat pula oleh pesona kue itu.

Kabar kue pendatang baru di Bojonegoro ini dibenarkan oleh pengusaha makanan dan minuman, Putri Wijaya. Sejak pertama viral pada pertengahan Desember 2023, cromboloni yang diluncurkan oleh merek dagang Enamor miliknya selalu ludes terjual hanya hitungan jam.
“Tiap CFD 250 potong cromboloni habis cuma dalam waktu dua jam, sedangkan harian rata-rata 200 potong di tiap outlet, karena memang pol viralnya, sampai luar kota pada nyari ke sini,” ujar perempuan kelahiran 1985 ini kepada SuaraBanyuurip.com, Senin (29/01/2024).
Ada tiga lokasi Enamor yang siap sedia menjajakan cromboloni selain kue lainnya, yakni di swalayan Superindo yang buka mulai pukul 10.00 pagi, lalu di rumah produksi jalan Kolonel Sugiono, dan stand Car Free Day (CFD) tiap minggu pagi di depan Sat Lantas Bojonegoro.
Ada tiga varian rasa berdiameter 10 centimeter yang dibuat oleh Enamor, yaitu dari chocholate, white coco, dan matcha. Soal harga disebutnya masih pas di kantong anak muda dan emak-emak yang suka jajan.
“Cukup Rp15.000 saja, cromboloni lezat sudah bisa dinikmati,” beber Sarjana Ilmu Komunikasi Public Relation.
Ihwal mula-mula makanan yang sedang booming itu, awalnya Putri malah tidak tahu cromboloni itu apa dan viral karena apa. Tahu-tahu akun media sosial Enamor dipenuhi ratusan obrolan yang menanyakan cromboloni.
“Mereka ttanya ‘kapan Enamor bikin cromboloni’, begitu pula dengan room chat Whatsapp admin Enamor, puluhan yang masuk tiap hari hanya karena tanya cromboloni,” tutur alumnus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta 2008 ini.
Akhirnya lekas-lekas dia belajar, bahwa cromboloni adalah gabungan dari “Croissant asal Prancis dengan Bomboloni ala Amerika Serikat” yang kemudian menjadi cromboloni. Awalnya diviralkan oleh salah satu food blogger Indonesia yang lantas merembet ke food bloger yang lain.

Perempuan cantik dan ramah ini menggolongkan cromboloni adalah kue yang termasuk sulit dibuat. Karena cromboloni bukanlah roti. Dia harus menggunakan kulit pastry.
“Nah kebanyakan, toko-toko menggunakan kulit pastry instan yang dijual di swalayan, tapi Enamor untuk kulit pastrynya homemade, alias bikin sendiri,” ucapnya.
Bahkan, kata Putri, untuk 1 adonan, memakan proses 3 jam dan hanya menghasilkan 12 cromboloni saja. Itupun hanya untuk pembuatan croissant-nya saja, belum proses filling-nya, nge-set topping, dan packing.
Croissant dan roti adalah 2 jenis makanan yang berbeda, sebab menurut pemilik zodiak Zagitarius ini, roti adalah adonan tepung yang pembuatannya mengalami proses pengembangan yang maximal.
Sebaliknya croissant, proses adonannya malah “dilarang” mengembang maximal. Makanya, dalam proses pembuatan kulit pastrynya, harus disimpan berulang kali ke deep freezer supaya proses peragian (pengembangannya) terhambat.
Karena proses pembuatannya sedemikian rupa, di awal keviralannya, stok croissant sering habis, padahal permintaan masih ratusan. Baik pembelian secara offline maupun online dari Lamongan, Tuban, sampai Kediri. Ini membuat Putri terpaksa harus turun tangan sendiri.
“Akhirnya saya tambah tiga karyawan untuk khusus handling (pegang) cromboloni hingga sekarang,” tandasnya.(fin)





