SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Banjir akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur merendam lahan persawahan seluas 927 hektar. Petani dipastikan rugi karena padi yang mereka tanam baru berusia 10 sampai 50 hari.
Kepala Bidang Sarana, Prasarana dan Perlindungan Tanaman Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, Retno Budi Widianti mengatakan, lahan sawah yang terendam terjadi di tujuh kecamatan. Meliputi Kecamatan Baureno, Balen, Bojonegoro, Kanor, Sumberrejo, Dander, dan Kapas.
“Dari tujuh kecamatan tersebut total ada 972 hektare sawah terendam banjir,” katanya, Kamis (8/2/2024).
Namun, saat ini banjir berangsur surut meski sebagian masih ada yang terendam. Jika banjir tidak segera surat tanaman padi yang berusia 10 sampai 50 hari bisa mati.
“Ya semoga banjirnya segera surut jadi tanaman tidak sampai mati,” kata Retno.
Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri mengaku cukup prihatin dengan kondisi banjir yang merendam sawah milik petani. Ia menyarankan kepada petani yang sawahnya terendam banjir untuk segera mengajukan klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).
“Jika sudah mendaftar bisa mengajukan untuk menggantikan kerugian,” katanya.(jk)





