Dapat ADD Rp 3 Miliar, Desa Gayam dan Mojodelik Masih Punya Warga Miskin

Kemiskinan Gayam.
FOTO ILUSTRASI : Penggembala kambing sedang melintas depan Well Pad C Banyu Urip, Blok Cepu di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Jumlah warga miskin di Desa Gayam dan Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur tercatat masih di atas seratus kepala keluarga (KK). Padahal dua desa ring satu lapangan minyak Banyu Urip, Blok Cepu itu menerima alokasi dana desa (ADD).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bojonegoro, Anwar Mukhtadlo mengatakan Desa Gayam dan Mojodelik masih memiliki warga yang miskin.

“Tercatat dalam data miskin daerah (damisda) Bojonegoro Desa Gayam masih memiliki 127 KK yang miskin dan Mojodelik ada 178 KK. Sedangkan untuk total se Kecamatan Gayam ada 1.345 warga miskin,” katanya, Kamis (22/2/2024).

Tadlo, sapaan akrabnya, menjelaskan damisda ini sesuai survei yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Bojonegoro untuk kemiskinan reguler pada tahun 2023.

Kabid Perimbangan dan PAD lainnya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro Achmad Suryadi sebelumnya menyampaikan, ADD yang diberikan kepada desa penghasil migas selalu meningkat setiap tahunnya. Meningkatnya ADD tersebut, karena harga minyak mentah dunia naik.

Baca Juga :   Menjadi Buruh di Tanah Sendiri

Dijelaskan, pada 2022 lalu, nilai ADD Bojonegoro sebesar Rp 298 miliar naik menjadi Rp 403 miliar pada 2023 tahun kemarin. Kemudian meningkat menjadi Rp 438 miliar pada tahun 2024.

Dari total ADD itu, ada dua desa yang menerima alokasi sebesar Rp 3 miliar. Yakni Desa Mojodelik dan Desa Gayam yang merupakan desa penghasil migas.

“Diurutan ketiga ada desa Bonorejo yang menerima ADD sebesar Rp 1,7 miliar,” katanya(jk)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA BANYUURIP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *