SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur hingga kini belum ditetapkan sebagai desa penghasil migas. Penjabat (Pj) Bupati Bojonegoro Adriyanto menyampaikan penetapan Sukoharjo sebagai desa penghasil menunggu terbitnya peraturan bupati (Perbup).
Pemerintah Des Sukoharjo sudah lama mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro agar ditetapkan sebagai desa penghasil migas. Karena di desa ini terdapat lapangan minyak Kedung Keris (KDK), Blok Cepu, yang dioperatori ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).
Lapangan Kedung Keris telah produksi sejak 2019 lalu. Kedung Keris merupakan lapangan minyak potensial karena menjadi penopang produksi minyak Banyu Urip, Blok Cepu. Produksi minyak Kedung Keris bisa mencapai 20 ribu barel per hari hanya dari satu sumur.
“Sampai hari ini belum ada informasi dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terkait kelanjutan penetapan Sukoharjo sebagai desa penghasil migas,” kata Kepala Desa Sukoharjo, Sulistyawan.
Sulis, panggilan akrabnya, meminta kepada Pemkab Bojonegoro segera menetapkan Sukoharjo sebagai desa penghasil migas, karena lapangan Kedung Keris telah produksi sejak 2019 lalu.
“Kami terus berharap meskipun sampai saat ini belum ada perkembangan,” katanya.

Pj Bupati Bojonegoro Adriyanto mengatakan, terkait penetapan Sukoharjo sebagai desa penghasil migas Kedung Keris harus menunggu peraturan bupati terlebih dahulu.
“Ditunggu saja perbubnya terbit,” katanya kepada suarabanyuurip.com.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro, Ibnu Soeyoeti sebelumnya mengatakan, sudah mengusulkan Desa Sukoharjo sebagai desa penghasil migas.
Ibnu menjelaskan, perkembangan rencana penetapan Sukoharjo sebagai desa penghasil migas KDK saat ini masih memproses peraturan yang lama yakni, Peraturan Bupati Bojonegoro Nomor 4 Tahun 2014 tentang Pedoman Penetapan Alokasi Dana Desa Proporsional (ADDP) Berdasarkan Koefisien Variabel Kawasan di Kabupaten Bojonegoro.
“Akan tetapi kebijakan dan kewenangan ada di Pj Bupati Bojonegoro, sehingga Pemdes Sukoharjo harus bersabar dulu. Yang terpenting kami sudah mengajukan sebagai desa penghasil migas,” katanya.(jk)



