Bapanas Perintahkan Bulog Bojonegoro Banjiri Pasar dengan Beras SPHP

Pimca Bulog Bojonegoro, Ferdian Darma Atmaja (kanan) saat di Gudang Bulog.
Pimca Bulog Bojonegoro, Ferdian Darma Atmaja (kanan) saat di Gudang Bulog.

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Bojonegoro mendapat perintah untuk membanjiri pasar dengan stok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Beras SPHP ditujukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah.

“Kami dapat perintah dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk membanjiri stok beras SPHP dipasaran,” kata Pemimpin Cabang Perum Bulog Bojonegoro, Ferdian Darma Atmaja kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (24/02/2024).

Selain hal itu, pihaknya juga akan bekerjasama dengan instansi terkait untuk melakukan operasi pasar di kecamatan-kecamatan seluruh Bojonegoro.

Guna menjalankan perintah Bapanas tersebut, pihaknya terdukung oleh stok ribuan ton beras di gudang Bulog. Stok tersebut aman dan mencukupi hingga bulan Juni 2024. Kondisi beras yang saat ini di gudang Bulog dikatakan sangat bagus dan baik untuk dikonsumsi bagi masyarakat.

“Menjelang bulan Ramadhan stok beras di Bulog Cabang Bojonegoro sangat aman hingga bulan Juni 2024 atau masa panen berikutnya,” ujar Ferdian.

Petani di Desa Sendangrejo, Kecamatan Dander, saat panen padi.
Petani di Desa Sendangrejo, Kecamatan Dander, saat panen padi.

Dia menambahkan bahwa terkait adanya kenaikan harga dipasaran dikarenakan belum adanya panen sehingga sisi produksi atau supply berkurang mengakibatkan harga naik.

Baca Juga :   Bupati Bojonegoro Respon Harga Gabah Anjlok, Nitizen : Pencitraan Jelang 2024

“Beras itu komoditi bebas yang dijual sesuai mekanisme pasar, di mana ada demand, disitu supply akan mengalir,” bebernya.

Disinggung perihal ketersediaan beras SPHP di ritel yang cepat habis. Ferdian menyampaikan bahwa kualitas beras SPHP yang Bulog edarkan sebenarnya kualitas premium tetapi di cetakan kemasan tercantum kualitas medium.

“Sehingga wajar di pasar-pasar beras SPHP sangat diminati oleh warga, karna selain harganya murah, kualitasnya di atas kualitas yang tertera di kemasan,” ungkapnya.

“Sedangkan mengenai harga beras, Bulog mengacu pada Panel Harga dari Bapanas, memang masih diatas HPP meskipun ada penurunan sedikit, karena harga gabah sudah mulai turun beberapa hari terakhir,” lanjutnya.

Terpisah, penelusuran Suarabanyuurip.com, harga gabah kering sawah menunjukkan gejala penurunan. Salah satu pedagang gabah di Desa Sendangrejo, Kecamatan Dander, Supriyadi mengaku, harga gabah terus menurun tergantung pada kualitas produknya.

“Hari ini panen di Sendangrejo, harga gabah sekira Rp7.300 per kg,” tuturnya.

Harga gabah kering sawah di wilayah ring 1 Migas Banyu Urip, Blok Cepu, bahkan turun lebih banyak. Berada di kisaran Rp6.900 per kg untuk kualitas varietas padi inpari 32.

Baca Juga :   Mentan Andi Amran Sulaiman Akan Kunjungi Bojonegoro untuk Tinjau Pompanisasi

“Per hari ini 69 (Rp6.900) cuman harga tiap hari turun terus,” tandasnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *