Beras SPHP Sedot Ribuan Pembeli di Bakorwil Bojonegoro

Kabid Ketahanan Pangan DKPP Bojonegoro, Moch. Rudianto bermandi keringat melayani kerumunan pembeli beras SPHP di bawah terik matahari.
BERJUBEL : Kabid Ketahanan Pangan DKPP Bojonegoro, Moch. Rudianto bermandi keringat melayani kerumunan pembeli beras SPHP di bawah terik matahari.

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro —  Ribuan warga hadir membludak di halaman Kantor Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Bojonegoro, Jawa Timur guna membeli beras murah Stabillisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Senin (26/02/2024).

Sebagian diantara mereka sudah tiba bahkan sebelum kegiatan dibuka dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro.

Salah satu warga asal Kelurahan Sumbang, Kecamatan Bojonegoro Kota, Diyantri mengaku, datang secara berkelompok bersama para tetangga sejak pukul 07.00 WIB demi mendapatkan beras kemasan dari Badan Urusan Logistik (Bulog).

“Nunggu lama sambil momong (mengasuh) anak saya, Alhamdulillah dapat, sayangnya cuma boleh beli satu pack beras,” ujar perempuan ini sambil menggendong anak laki-lakinya yang tertidur.

Seorang pengunjung lainnya, Umi Kulsum asal Kelurahan Banjarjo mengaku, belum bisa mendapatkan pembelian beras SPHP seharga Rp51.000 dalam kemasan 5 kilogram (kg). Sebab tidak mampu berdesakan dalam kerumunan pembeli.

Kepala DKPP Bojonegoro, Helmy Elisabeth.
Kepala DKPP Bojonegoro, Helmy Elisabeth.

Umi menyayangkan tidak adanya garis antrian, sehingga para pembeli berjubel tidak teratur berkerumun mengelilingi mobil pengangkut beras. Sehingga tidak jelas siapa yang lebih dulu datang dan siapa yang tiba belakangan dalam pembelian yang dilayani langsung oleh Kabid Ketahanan Pangan DKPP Bojonegoro, Moch. Rudianto.

Baca Juga :   PT Rekind Santuni Keluarga Korban Kecelakaan Lalu lintas

“Saya belum bisa masuk kerumunan, saya kan sudah tua, tiap kali mau masuk mental lagi ke belakang, ya sudah saya nunggu dulu,” ungkapnya.

Perempuan sepuh itu mengaku rela berlama-lama menunggu sebab harga beras kemasan kualitas medium maupun curah eceran masih tinggi, berada di kisaran Rp15.000-Rp16.000 per kg. Adapun yang kualitasnya setara beras premium bahkan mencapai Rp18.000-Rp.20.000 per kg.

“Soalnya beras kualitas biasa saja harganya sudah kelewat mahal, tidak apa-apa saya tunggu,” tegasnya.

Komoditas pangan dari para mitra DKPP turut diserbu pembeli dalam Gelaran Pangan Murah.
Komoditas pangan dari para mitra DKPP turut diserbu pembeli dalam Gelaran Pangan Murah.

Sementara itu, Kepala DKPP Bojonegoro, Helmy Elisabeth mengatakan, GPM merupakan program DKPP yang digelar dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan. Program ini diadakan biasanya dalam momen khusus atau tertentu.

“Seperti sekarang mendekati bulan puasa dan juga nanti mendekati lebaran Idul Fitri kami ada jadwal melaksanakan GPM lagi, total ada lima belas kali anggaran kami untuk GPM,” katanya kepada Suarabanyuurip.com dalam wawancara cegat di halaman Bakorwil Bojonegoro.

Gerakan Pangan Murah ini melibatkan beberapa mitra DKPP, yaitu Bulog dengan beras SPHP, lalu Dinas Peternakan menghadirkan produk telur murah dari peternak binaan, ada pula pengusaha beras kemasan 44S, Swalayan Superindo, KDS, dan Bravo, yang menjual bahan makanan lainnya, serta UMKM binaan yang menjual produk makanan ringan.

Baca Juga :   DKPP Bojonegoro Kembangkan Alpukat dan Jambu Mete, Poktan Akan Terima 300–400 Bibit per Hektare

Helmy menyebut, Bulog sanggup menyediakan 2 ton beras SPHP dalam kalender GPM kali ini. Dalam pembeliannya masyarakat dibatasi membeli 1 pack saja setiap kemasan 5kg. Ini dilakukan agar lebih banyak masyarakat yang bisa memperoleh beras murah Bulog seharga Rp10.200 per kg.

“Tapi animonya masyarakat ya seperti ini karena memang harga beras sedang tinggi,” tandasnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *