SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – PT KAI Daop 8 Surabaya mencatat hingga Maret 2024 ini sudah ada 18 kejadian kecelakaan di perlintasan kereta api. Di perlintasan kereta api rawan terjadi kecelakaan apalagi perlintasan yang tidak dilengkapi palang pintu.
Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif mengatakan, puncak arus mudik lebaran Idul Fitri diperkirakan terjadi pada H-3 lebaran. Tentu arus lalu lintas kendaraan juga meningkat.
“Kondisi ini juga akan menyebabkan rawan terjadinya kecelakaan, terutama di perlintasan kereta api yang ramai dilalui kendaraan,” katanya, Senin (1/4/2024).
Lukman mengungkapkan, hingga Maret 2024 ini tercatat sudah ada 18 kejadian kecelakaan di perlintasan kereta api di wilayah Daop 8 Surabaya. Namun dia tak menyebutkan rata-rata kendaraan apa yang terlibat kecelakaan di perlintasan kereta api.
Lukman menjelaskan, KAI telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk meningkatkan disiplin saat melalui perlintasan kereta api, baik itu perlintasan berpalang pintu maupun tidak. KAI mengimbau masyarakat berhati-hati apalagi saat mudik.
“Untuk perlintasan kereta api tanpa palang pintu, masyarakat diharapkan tengok kiri-kanan dahulu. Termasuk yang berpalang pintu harus menaati jika sudah tertutup jangan diterobos,” katanya.(jk)






