Jelang Lebaran, Warga Bojonegoro Ramai Membeli Emas

Jelang lebaran warga ramai membeli dan menjual emas.
RAMAI : Para pengunjung sedang melakukan transaksi jual beli emas di toko perhiasan Bojonegoro.

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Seolah sudah menjadi tradisi ketika menjelang lebaran, para warga selalu ramai membeli emas. Ini terjadi hampir di semua tempat, tak terkecuali warga masyarakat di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Beberapa hari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah, para warga berdesakan sejak pagi melakukan transaksi perhiasan, baik membeli maupun menukar benda berbahan logam mulia, seperti yang terlihat di Toko Emas Saerah, Pasar Kota Bojonegoro, misalnya.

Salah satu warga Bojonegoro Kota, Eka Wulandari mengatakan, bahwa kedatangannya di toko perhiasan untuk membeli kalung baru dan menukar tambah perhiasan gelang emas.

“Tunjangan Hari Raya (THR) baru turun kemarin, jadi baru bisa tukar tambah,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (03/04/2024).

Perempuan muda berjilbab ini mengaku, jika perhiasan yang baru tersebut nantinya akan dipakai pada saat merayakan hari raya bersama keluarga.

Aktifitas jual beli emas yang nampak semakin ramai ini dibenarkan oleh para pedagang emas. Heri Tedjo Purnomo sang pemilik toko emas menuturkan, bahwa ramainya pengunjung sudah berlangsung sejak sepekan terakhir, atau sepuluh hari menjelang lebaran.

Baca Juga :   BKD Umumkan Hasil Tes CPNS

“Tidak hanya beli perhiasan, warga yang menukar tambah emas dengan perhiasan yang baru juga meningkat,” tuturnya.

Bahkan saking ramainya pengunjung di tokonya baik yang menukar maupun yang membeli perhiasan membuat omzet melonjak hingga lebih dari 50 persen. Sebab banyaknya warga yang ingin memakai perhiasan saat merayakan lebaran bersama keluarga.

“Puji tuhan mas, sudah mulai rame (ramai),” ucapnya.

Adapun jenis perhiasan yang paling banyak diminati adalah gelang dan cincin, karena banyak model terbaru dari pabrikan. Ini pun untuk harga emas dengan kadar 8 dan 9 karat, atau 40 persen seharga Rp450 sampai Rp550 ribu per gramnya.

“Biasanya, ramainya perdagangan seperti ini akan berlangsung hingga sehari menjelang lebaran mendatang,” tandasnya.(fin)

 

» Klik berita lainnya di Google News SUARA BANYUURIP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *