KPU Bojonegoro Buka Seleksi PPK dan PPS untuk Pilkada 2024

Mustofirin KPU Bojonegoro.
Anggota KPU Bojonegoro Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia, Mustofirin.

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bojonegoro, Jawa Timur akan melakukan perekrutan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Rekrutmen ulang ini digelar secara terbuka dan dimulai minggu depan.

Komisioner KPU Bojonegoro Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia, Mustofirin mengatakan, rekrutmen PPK dan PPS untuk Pilkada 2024 berdasarkan keputusan KPU Nomor 476 dan Nomor 475 tahun 2024.

“Dari surat keputusan itu pendaftaran calon anggota PPK dimulai tanggal 23 April. Sedangkan untuk PPS dimulai pada 2 Mei 2024,” katanya, Kamis (18/4/2024).

Dia mengatakan, rekrutmen ulang PPK dan PPS ini dilakukan secara terbuka untuk seleksinya. Sehingga siapapun boleh mendaftar termasuk bekas PPK dan PPS pada pemilu kemarin.

“Diharapkan rekrutmen ulang PPK dan PPS di Bojonegoro berjalan lancar,” katanya, Kamis (18/4/2024).

Firin, panggilan akrabnya, menambahkan, pada pemilu kemarin KPU Bojonegoro telah merekrut sebanyak 1.290 PPS dan sekitar 140 komisioner PPK yang tersebar di seluruh kecamatan di Bojonegoro.

Baca Juga :   Berikut 10 Nama Calon Anggota KPU Bojonegoro, 2 Nama Petahana Bertahan

“Untuk Pilkada 2024 jumlah PPK dan PPS yang dibutuhkan sama seperti tahun lalu,” katanya.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 Komentar

  1. Kalau di Jateng (Blora) sudah ada nama yg di pilih jd percuma ikut tes dan wawancara. Ttp akan tersingkir sama yg punya “ordal”. Lbh baik tidak usah di buka untuk umum,kasian sudah mengeluarkan biaya dan harapan tp semua itu hanya formalitas.

    1. Betul sekali kayaknya gak di blora aja deh di bojonegoro juga sama ordal lebih berkuasa saya sih lebih terhormat tersingkir dengan ujian atau tes yg real dr pada tersingkir
      oleh ordal…

      1. Saya kira di tempatku aja bang. Organisasi tertentu yang merajalela,seolah² mempunyai jatah kursi seperti layaknya kursi parlemen

  2. Percuma daftar kalo gak punya orang dalam tiwas ragat di gae dampingan wong2 sing wis gawe ordal sistem bobrok ae di nggo ngunu iku jare due agomo tp coro setan setan jik di gawe… ..