SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Puncak kemarau di Bojonegoro, Jawa Timur diprediksi pada Agustus 2024 mendatang. Namun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro telah menyiapkan 591 tangki air bersih untuk mengantisipasi desa-desa kekeringan.
Kepala Pelaksana Kalaksa BPBD Kabupaten Bojonegoro, Laela Noer Aeny mengatakan, sesuai prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) awal kemarau dimulai Mei lalu. Sedangkan, puncak musim kemarau di Kabupaten Bojonegoro, diprediksi terjadi pada bulan Juli hingga Agustus 2024 mendatang.
“Musim kemarau akan berlangsung mulai Mei hingga September nanti, dan puncaknya terjadi antara Juli hingga Agustus,” katanya, Senin (10/6/2024).

Laela menyatakan, telah menyiapkan 591 tangki air bersih untuk mengantisipasi desa-desa kekeringan. Setiap tangki berisi 5.000 liter yang nantinya disalurkan ke desa terdampak kekeringan.
“BPBD Bojonegoro juga akan mengalokasikan sekitar 300 unit drum tangki 500 liter dan 1.000 lembar terpal saat puncak kemarau nanti,” katanya kepada suarabanyuurip.com.
Berdasarkan data kemarau pada tahun 2023 lalu, di Kabupaten Bojonegoro terdapat 118 desa di 24 kecamatan yang mengalami kekeringan. Sementara untuk saat ini terdata desa yang berpotensi mengalami kekeringan pada tahun 2024, sekitar 90 desa di 19 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro.
“Potensi kekeringan ada 19 kecamatan atau 90 desa, ini data masuk per tanggal 4 Juni kemarin,” jelasnya.(jk)





