Pendemo Serahkan Bebek, KPU Bojonegoro : Kami Sudah Berusaha Maksimal

Ketua KPU Bojonegoro, Robby Adi Perwira, saat mendapatkan hadiah bebek dari pendemo.
Ketua KPU Bojonegoro, Robby Adi Perwira, saat mendapatkan hadiah bebek dari pendemo.

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Belasan orang yang tergabung dalam kelompok menamakan diri Forum Penyelamat Demokrasi Bojonegoro (FPDB) melakukan demonstrasi di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (04/11/2024).

FPDB datang berorasi menuntut KPU Bojonegoro bertindak profesional dalam menjalankan tugas sebagai penyelenggara pilkada serentak 2024 di Bojonegoro. Mereka datang mengenakan baju didominasi warna hitam dengan membawa poster dan peralatan pengeras suara.

“Kami minta KPU profesional, jangan ada tekanan dari luar yang bisa mempengaruhi independensi, ingat panjenengan sudah disumpah di bawah kitab suci Alqur’an,” kata orator pendemo, Yulianto lantang terpapar panasnya sinar matahari yang menyengat.

Penundaan atau batalnya debat kedua, setelah kericuhan debat perdana yang diselenggarakan KPU Bojonegoro juga dibidik dalam aksi ini. Sebab kegaduhan soal debat dianggap sebagai buntut tidak profesionalnya KPU dalam menjalankan tugasnya.

Berkenaan hal itu, FPDB menuntut KPU Bojonegoro untuk meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Bojonegoro atas kelalaian dan ketidakmampuan melaksanakan debat publik.

Baca Juga :   Dihukum Kaki Diikat, Wali Murid Protes
Orator FPDB, Yulianto menyuarakan tuntutan di depan gedung KPU Bojonegoro.
Orator FPDB, Yulianto sedang menyuarakan tuntutan di depan gedung KPU Bojonegoro.

Selain itu, para pengunjuk rasa meminta penyelenggara pemilihan kepala daerah (Pilkada) Bojonegoro supaya adil, tegas, transparan, dan profesional. Serta menuntut kepada KPU Bojonegoro agar tidak mempermainkan demokrasi dan tidak membodohi masyarakat Bojonegoro.

Orasi ditutup dengan penyerahan bebek oleh salah satu pendemo, yang diterima oleh Ketua KPU Bojonegoro, Robby Adi Perwira. Yulianto menyebut, bebek adalah simbol agar KPU setempat tegas dan tidak membebek atau mengekor untuk kepentingan tertentu.

Ditemui usai orasi, Yulianto menepis pertanyaan para wartawan apakah demo tersebut ada hubungannya dengan paslon. Ia mengaku demo itu adalah suara masyarakat, tanpa mau tahu siapa paslonnya.

“Pernyataan sikap FPDB ini sebagai cerminan suasana kebatinan masyarakat Bojonegoro,’Vox populi vox dei’, suara rakyat adalah suara Tuhan,” ujar Yulianto.

Sementara itu, Ketua KPU Bojonegoro, Robby Adi Perwira bersama salah satu Komisioner, Solahudin, menemui langsung para pendemo. Ia mengaku bahwa pihaknya selama ini sudah berusaha menjalankan tahapan pemilu secara profesional.

Baca Juga :   Selenggarakan JMF Tiga Kali di Lamongan

“Kami mengapresiasi dan mendukung aspirasi yang teman – teman sampaikan, kami sudah berusaha semaksimal mungkin, jika masih dianggap kurang maka kami memohon maaf,” ucap Robby di depan gerbang gedung KPU sisi selatan.

Perihal gagalnya debat pertama dan ditundanya debat ke dua, alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini menyatakan bahwa pihaknya sudah berusaha mengupayakan atau memfasilitasi kedua kontestan pilkada. Pun kampanye para paslon tetap berjalan dalam menyampaikan visi misinya.

“Kami sudah berusaha memfasilitasi, tidak hanya debat tapi juga lewat sejumlah saluran lain, baik itu media massa, media sosial maupun melalui baliho, agar visi – misi calon tersampaikan ke masyarakat,” tambahnya.

Namun, ketika disinggung terkait rencana debat selanjutnya, Robby mengungkapkan, pihaknya masih mengkomunikasikan dengan para pihak, baik paslon 01 maupun 02.

Aksi unjuk rasa belasan orang tersebut dijaga oleh pihak keamanan dari TNI, Polri dan terkait.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait