SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Tim pemenangan pasangan calon (paslon) 02 Setyo Wahono-Nurul Azizah menganggap Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bojonegoro tidak profesional. Sebab sampai saat ini KPU belum berani mengambil sikap untuk memerankan fungsinya. Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Tim Pemenangan Paslon 02 Wahono-Nurul, Ahmad Supriyanto.
Menurut Mas Pri, sapaan akrab Ahmad Supriyanto, debat pertama Pilkada Bojonegoro 2024 pada Sabtu (19/10/2024) malam lalu dibubarkan. Kemudian debat kedua Pilkada Bojonegoro 2024 pada Jumat (1/11/2024) kemarin juga ditunda.
“Ini menunjukan lima komisioner KPU Bojonegoro tidak profesional karena belum berani mengambil sikap dalam menentukan format dan penyelenggaraan debat,” katanya kepada Suarabanyuurip.com.
Dia mengatakan, sebagai penyelenggara seharusnya tegas dan berpedoman pada regulasi untuk memerankan fungsinya. Hal ini untuk menghindari ketidaksepakatan antara kedua paslon Pilkada Bojonegoro.
“Persoalan format debat selain harus segera disikapi KPU Bojonegoro, juga wajib disepakati antara paslon agar tidak gaduh. Sebab, KPU sebagai kunci berhasilnya tahapan Pilkada di Bojonegoro,” ujarnya.
Dijelaskan, bahwa berlakunya regulasi ini juga tergantung ketegasan KPU bagaimana agar tidak timbul permasalahan. Karena KPU seharusnya bisa lebih berperan terkait regulasi yang telah disepakati.
Mas Pri juga mengungkapkan, sebagai pengusung paslon 02, Golkar minta KPU Bojonegoro lebih tegas dalam menyikapi format debat agar pada debat lanjutan tidak gagal atau ditunda.
“Jangan sampai debat terlewat seperti debat pertama. Sehingga kedua calon tidak bisa menyuarakan visi misi,” jelasnya.
Dia berharap debat ini bisa menjadi panggung demokrasi sebagai penilaian rakyat untuk kedua Calon Bupati (Cabup) dan Wakil Bupati (Cawabup) Bojonegoro. Dia menjelaskan debat pertama seharusnya sama-sama memberi keuntungan bagi kedua paslon karena menyampaikan program untuk Bojonegoro kedepan.
“Agar nantinya masyarakat bisa menilai kedua paslon, jadi debat mendatang harus berjalan kondusif,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua KPU Bojonegoro, Robby Adi Perwira saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon belum memberikan jawaban hingga berita ini ditayangkan.(jk)





