Debat Publik Melanggar BA 312, Paslon 02 Tetap Hadir Demi Hormati Demokrasi dan Cinta Rakyat Bojonegoro

Paslon 02.
Paslon Bupati dan Wakil Bupati nomor 02, Setyo Wahono-Nurul Azizah memberikan keterangan pers usai mengikuti debat publik Pilkada Bojonegoro.

Suarabanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro — Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro nomor urut 02, Setyo Wahono-Nurul Azizah tetap mengikuti debat pulik yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (13/11/2024) malam, di Eastern Hotel Jalan Veteran.

Padahal, sebelumnya dalam rapat koordinasi (rakor) yang diagendakan oleh KPU tim narahubung bersikukuh mempedomani berita acara kesepakatan nomor 312 tanggal 24 September 2024.

“Mas Wahono sebelum berangkat debat menyampaikan kepada para tim; Seorang Pemimpin pantang meninggalkan warganya. Kami siap untuk memimpin seluruh warga Bojonegoro, tak terkecuali,” kata Sekretaris Tim Kampanye Pemenangan Paslon 02, Ahmad Supriyanto menirukan ucapan Setyo Wahono.

Oleh sebab itu, kata politikus Partai Golkar ini, meskipun Paslon 02 bisa saja tidak hadir dalam sesi debat publik karena adanya kesepakatan (gentleman agreement) yang tidak dipatuhi, tapi demi penghormatan Paslon 02 terhadap demokrasi, demi menghargai jerih payah rekan-rekan KPUD Bojonegoro, serta didorong oleh rasa cinta dari pihaknya yang begitu besar kepada rakyat dan bumi Bojonegoro, maka Paslon 02 memutuskan untuk hadir dalam sesi debat.

Baca Juga :   Jawaban Menohok Wahono-Nurul saat Insentif Calon Pengantin Ingin Dilanjutkan di Debat Publik Pilkada Bojonegoro

“Terima kasih kepada semua relawan dan simpatisan Paslon 2, yang hadir memberikan support kepada Mas Setyo Wahono dan Bu Nurul Azizah, meskipun kami tidak menginstruksikan untuk mengerahkan masa tapi ribuan relawan hadir memberikan support dan dukungan dengan ikhlas,” ucapnya

Sementara itu, Cabup Setyo Wahono membenarkan, bahwa kehadirannya dalam debat publik sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai demokrasi dan demi masyarakat Bojonegoro.

“Meskipun sebenarnya kami mempunyai opsi untuk tidak hadir disebabkan adanya ketidakpastian hukum dalam pelaksanaannya,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (14/11/2024).

Atas ketidakpastian hukum tersebut pendukung Calon Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro Setyo Wahono-Nurul Azizah yang hadir kegiatan tersebut mengikat lengan kiri dengan pita hitam sebagai simbol atas dilanggarnya berita acara yang mengatur tehnis debat publik tersebut.

Dijelaskan, bahwa secara keseluruhan pertanyaan yang disampaikan panelis maupun paslon nomor urut 1 dapat dijawab dengan baik sekaligus memberikan solusi atas persoalan pembangunan di Bojonegoro.

Misalkan pengelolaan limbah dan sampah berbasis 3R sebagai bentuk konsep energi terbarukan, membangun fasilitas air siap minum di fasilitas umum, pemberian layanan internet gratis bagi masyarakat dan lain sebagainya.

Baca Juga :   Pendaftar PTPS di Bojonegoro Masih Minim

“Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang dengan tulus meminjamkan energinya, sehingga kami menjalani debat tadi malam dengan hasil yang memukau dan gemilang hal ini dibuktikan dengan banyaknya respon positif dari berbagai pihak,” ungkap Wahono.

Putra terbaik Bojonegoro dari Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo ini menambahkan, kekompakan dan terbangunnya chemistry antara pasangan calon Bupati dan calon wakil Bupati, l kekompakan tim, serta dukungan masyarakat menjadi salah satu kunci keberhasilan.

“Kekompakan itu akan menjadi modal penting didalam menjalankan pemerintahan saat kami terpilih sebagai kepala daerah nantinya. Untuk Bojonegoro yang makmur dan membanggakan,” tandasnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait