Wabah PMK Merebak, Peternak Sapi di Bojonegoro Was-was 

Penyakit mulut dan kaki ternak.
Para peternak di Bojonegoro sedang memeriksa dan memberikan pengobatan terhadap sapi ternaknya.

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) kembali merebak di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Sejumlah peternak sapi di Kecamatan Tambakrejo khawatir dan was-was, karena wabah PMK mulai menyerang hewan ternak di wilayah setempat.

“Wilayah Tambakrejo sapi milik peternak sebagian sudah terpapar PMK, bahkan sampai ada yang mati,” kata Ketua Kelompok Tani Ternak Ustan Mandiri, Muhammad Ali kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (15/01/2025).

Dia mengatakan, paparan PMK pada hewan ternak lebih ganas tahun ini dibandingkan tahun 2024. Sebab tahun lalu, sapi terpapar biasanya bisa bertahan sampai seminggu lebih, namun pada 2025 ini tiga hari langsung mati.

“Sepertinya virus PMK tahun ini lebih ganas. Banyak di Desa Turi, Bakalan, Jatimulyo, dan Ngrancang sapi milik peternak sudah terpapar ada juga yang sampai mati,” bebernya.

Pria yang berdomisili di Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo ini menjelaskan, untuk di Kelompok Tani Ternak Ustan Mandiri belum ada yang terpapar karena sudah pernah divaksin sehingga kekebalan pada hewan meningkat. Rata-rata yang terpapar PMK adalah sapi warna merah atau sapi cross.

Baca Juga :   Kasus PMK di Bojonegoro Melandai, Pasar Hewan Akan Kembali Dibuka 

“Untuk sapi putih jarang yang terpapar. Tapi kami sebagai peternak juga was-was dan khawatir karena ini menyangkut harta kami,” ujarnya.

Dia mengatakan, telah melakukan beberapa antisipasi untuk mencegah PMK ini. Salah satunya rutin melakukan pembersihan dan penyemprotan kadang sapi hingga memberikan obat-obatan herbal.

“Kami juga mengantisipasi dengan tidak memasukkan hewan ternak dari daerah luar Bojonegoro,” tandasnya.

Peternak Sapi lainnya di Desa/Kecamatan Sukosewu, Budi mengatakan, sudah semenjak seminggu lalu sapi miliknya terpapar PMK, namun langsung ditangani sehingga bisa sembuh.

“Awalnya saya mengetahui dari kuku serta mulutnya, dan segera menghubungi mantri hewan,” katanya.

Dia menambahkan, saat ini sudah sembuh karena juga telah diberikan vaksin dan obat dari mantri. Namun, di desa lain wilayah Sukosewu juga masih beberapa hewan ternak terpapar PMK.

“Saat ini juga sudah ditangani dan dilakukan pengobatan,” imbuhnya.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait