Suarabayuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) kembali merebak di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Disnakkan Bojonegoro menemukan sebanyak 60 ekor sapi terpapar virus PMK.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Disnakkan Kabupaten Bojonegoro, Drh Lutfi Nurrahman mengatakan, pendataan jumlah sapi yang terpapar virus PMK masih terus berjalan.
“Saat ini per 2 Februari 2026 sebanyak 60 ekor ternak terpapar PMK,” katanya, Selasa (3/2/2026).
Dia mengatakan, Disnakkan sudah melakukan upaya penanganan PMK agar tak menyebar luas di wilayah lain. Penyemprotan disinfektan juga sudah dilakukan di kandang milik peternak.
“Kami juga mengimbau untuk melakukan penyemprotan mandiri. Pengobatan dan pemberian vitamin ternak yang sakit juga dilakukan,” jelasnya.
Selain itu, petugas Disnakkan juga mengedukasi tentang pencegahan dan penanganan PMK kepada peternak. Dia melanjutkan, pengawasan di sejumlah pasar hewan juga dilakukan untuk meminimalisir penyebaran virus.
“Kami juga melakukan pngawasan pasar hewan di Bojonegoro,” ujarnya.
Pembina Kelompok Tani Ternak (KTT) Ustan Mandiri Muhammad Ali mengungkapkan, total 66 ekor sapi yang tersebar di 15 RT di Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo terpapar PMK. Dua ekor diantaranya telah mati. Yakni sapi milik Kadi di RT 01, satu ekor lainnya milik Ramelan di RT 11.
“Awal tahun ini PMK kembali merebak dan mengkhawatirkan,” jelasnya.
Dia menjelaskan, pihak KTT melakukan isolasi ternak secara ketat untuk menekan penyebaran virus agar tidak semakin meluas. Misalnya mengunci pintu atau membatasi aktivitas di kandang.
“Saat ini kami membutuhkan vitamin secepatnya, sebab banyak sapi sudah terindikasi PMK,” terangnya.(jk)






