19 Ekor Sapi di Bojonegoro Mati Terjangkit PMK

Kubur sapi mati
Sapi mati ditenggarai akibat terjangkit PMK saat hendak dikuburkan oleh para peternak.(foto ilustrasi)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Sebanyak 19 ekor sapi di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dilaporkan mati karena terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Jumlah itu mencapai 3,2 persen dari jumlah total 592 sapi terjangkit PMK, dan 18,8 persen berhasil disembuhkan.

Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Bojonegoro melalui Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, drh. Lutfi Nurrohman menyebutkan, total sebanyak 592 ekor sapi di Bojonegoro terjangkit PMK.

“(dari total 592) Data per 27 Januari 2025, sebanyak 19 ekor sapi mati diduga akibat PMK,” kata drh. Lutfi Nurrohman kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (29/01/2025).

Meski begitu, lanjut drh. Lutfi, mengacu data pada tanggal yang sama, terdapat sapi yang berhasil sembuh. Jumlahnya sebanyak 111 ekor. Jika dipersentase, 3,2 persen sapi mengalami kematian, sedangkan 18,8 persen dapat disembuhkan.

Berkenaan hal tersebut, hingga saat ini pihaknya bersama tim medis hewan masih melakukan vaksinasi untuk mencegah penyebaran PMK di 28 kecamatan di Bojonegoro.

Pun, Pemkab Bojonegoro juga telah menutup seluruh pasar sapi di wilayah kerjanya. Ini bertujuan memutus mata rantai penyebaran PMK di kabupaten penghasil minyak dan gas bumi (Migas) ini, sebutan lain Bojonegoro.

Untuk itu pihaknya mendapat bantuan petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI- Polri dan terkait lainnya dalam melakukan penyekatan di wilayah perbatasan.

“Penyekatan itu untuk mencegah hewan dari luar daerah masuk ke Bojonegoro,” tegasnya.

Disinggung kondisi terkini dalam pekan  cuaca ekstrem. Ia membenarkan hal itu berpengaruh terhadap kondisi kesehatan sapi. Cuaca ekstrem memperparah keadaan sapi yang tidak sehat. Karena itu, pihaknya mengimbau para peternak tetap waspada.

“Sudah 4 hari ini cuaca di Bojonegoro tiap hari hujan. Ketelatenan dan perhatian peternak dalam perawatan sapi yang sakit juga penting,” tandasnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait