Penularan PMK Meningkat, Ratusan Ekor Sapi di Bojonegoro Terpapar

Pasar sapi sumberrejo ditutup.
SEPI : Pasar sapi di Desa Sumberrejo, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sementara masih dilakukan penutupan.

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak sapi di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur belum turun. Tercatat 101 ekor sapi terpapar PMK. Namun, Dinas Pertanian dan Peternakan (Disnakkan) Bojonegoro masih belum mengungkapkan jumlah sapi yang mati karena terpapar PMK.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Pengolahan, dan Pemasaran Hasil Peternakan, Disnakan Bojonegoro, Lutfi Nurahman mengatakan, jumlah sapi terpapar PMK terus mengalami peningkatan. Sejak awal Disnakkan sudah menerima laporan 238 sapi terindikasi PMK. Kemudian pada 16 Januari 2025 bertambah menjadi 465 sapi terpapar PMK.

“Jumlah ini terus bertambah hingga mencapai 101 ekor sapi terpapar PMK di Bojonegoro,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Minggu (26/1/2025).

Dia mengatakan, untuk mencegah PMK, Disnakkan Bojonegoro saat ini gencar melakukan penyaluran vaksin pada hewan ternak sapi. Terutama bagi para peternak rumahan.

Selain itu, aktivitas jual beli di pasar hewan sementara masih dilakukan penutupan untuk mengurangi sebaran PMK. Tak hanya itu, lalu lintas hewan ternak terutama di jalan raya juga masih diawasi tim gabungan.

Baca Juga :   Nikah Siri Tak Selesaikan Kasus Kekerasan Seksual

“Hal ini untuk wabah PMK benar-benar ditekan khususnya di Bojonegoro,” ungkapnya.

Pasar hewan ditutup hingga 4 Februari, sebab pasar menjadi pertimbangan luasan penyebaran PMK terutama dari kabupaten lain. Apalagi pasar hewan juga melibatkan pedagang sapi dari luar daerah, sehingga harus dilakukan penutupan.

”Pasar hewan menjadi tempat pedagang untuk berkumpul dari beberapa daerah. Sehingga potensi besar PMK bisa menular,” tandasnya.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait