Kasus PMK Terus Naik, Peternak di Bojonegoro Jual Beli Sapi Sistem COD

Petugas Disnakkan Bojonegoro dan terkait saat melakukan pengecekan penjualan sapi.
Petugas Disnakkan Bojonegoro dan terkait saat melakukan pengecekan penjualan sapi.

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Penutupan pasar hewan di Bojonegoro, Jawa Timur diperpanjang hingga 19 Februari 2025 mendatang. Kondisi itu karena kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) masih tinggi.

“Meski sejumlah pasar hewan ditutup semenjak Januari lalu, namun aktivitas jual beli peternak masih terjadi,” kata Kabid Kesehatan Hewan, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan (Disnakan) Bojonegoro, Lutfi Nurrahman kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (05/02/2025).

Dia mengungkapkan, peternak melakukan jual beli hewan sapi secara online, yakni bayarnya COD (Cash On Delivery). Sehingga Disnakkan belum bisa mengawasi hingga ranah online karena hubungannya langsung antara pembeli dan penjual.

“Komunikasi jual beli kemungkinan melalui Facebook atau WhatsApp (WA) kemudian melakukan proses transaksi secara langsung,” ungkapnya.

Lutfi menjelaskan, proses jual beli melalui online tersebut berpotensi membuat kasus PMK di Bojonegoro tinggi. Yakni sampai 4 Februari ada sebanyak 756 ekor sapi yang terjangkit PMK di Bojonegoro.

Meskipun penutupan pasar sudah dilakukan pada 22 Januari hingga 4 Februari, dan diperpanjang hingga 19 Februari 2025 kondisi PMK belum turun. Rinciannya 176 ekor sapi sembuh dari PMK, dan 26 ekor sapi mati.

“Jumlah tersebut per 4 Februari kemarin. Sementara untuk vaksin yang disalurkan sebanyak 7.050 dosis,” tandasnya.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait