Bojonegoro dapat 7.050 Dosis Vaksin PMK

Vaksin PMK.
Petugas kesehatan hewan di Bojonegoro sedang memberikan vaksin kepada sapi yang terpapar PMK.

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menerima alokasi 7.050 dosis vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) pada 2025 ini. Vaksin ini untuk mencegah paparan PMK pada hewan ternak, seperti sapi dan kambing.

“Sejumlah dosis sudah disalurkan kepada para peternak sapi, terutama di wilayah barat Bojonegoro yakni Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo,” kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Pengolahan, dan Pemasaran Hasil Peternakan, Disnakan Bojonegoro, Lutfi Nurahman.

Lutfi menjelaskan, alokasi vaksin dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian itu, untuk penanggulangan wabah PMK agar tidak semakin banyak. Dari laporan yang diterima sebanyak 238 sapi terindikasi PMK.

“Namun dosis vaksin ini sebetulnya masih kurang, karena jumlah populasi hewan ternak sapi di Bojonegoro sangat banyak,” katanya, Jumat (17/1/2025).

Selain pemberian vaksin pada sapi, Lutfi menambahkan, upaya untuk mencegah PMK agar kandang ternak harus rutin dibersihkan. Kemudian penyemprotan disinfektan juga dilakukan agar virus PMK bisa dicegah.

“Kami terus mengimbau jika hewan ternak mengalami gejala segera melaporkan ke petugas Disnakan atau mantri hewan yang ada di kecamatan,” katanya.

Ketua Kelompok Tani Ternak Ustan Mandiri, Muhammad Ali mengatakan, di wilayah sumber bibit Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo sebanyak 100 sapi sudah divaksin.

“Tentu adanya vaksin ini membuat masyarakat bisa sedikit tenang karena PMK bisa dicegah,” katanya.

Ali melanjutkan, para peternak di Dolokgede khususnya juga melakukan penyemprotan disinfektan setiap seminggu sekali. Selain itu, kebersihan kandang menjadi syarat utama untuk mencegah PMK.

“Kami juga melarang orang asing masuk ke kandang untuk antisipasi PMK,” katanya.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait