Kasus PMK Naik 465, Disnakkan Lakukan Penyekatan Wilayah Perbatasan Bojonegoro 

Wabah PMK
Petugas Disnakkan Bojonegoro dan terkait sedang melakukan pemeriksaan gejala PMK pada hewan sapi.

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro, Jawa Timur, telah melakukan penyekatan di sejumlah titik wilayah yang berbatasan dengan Bojonegoro. Hal tersebut menyusul jumlah laporan hewan ternak terindikasi penyakit mulut dan kuku (PMK) meningkat jadi sebanyak 465 ekor sapi dari sebelumnya sebanyak 238 sapi terindikasi PMK.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Pengolahan, dan Pemasaran Hasil Peternakan, Disnakan Bojonegoro, Lutfi Nurahman mengatakan, sejumlah titik wilayah yang berbatasan dengan Bojonegoro saat ini telah dilakukan penyekatan untuk mengurangi sebaran PMK.

“Sapi yang berasal dari luar daerah saat ini dilarang masuk ke Kabupaten Bojonegoro untuk mencegah sebaran PMK meluas,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Minggu (19/1/2025).

Dia mengatakan, penyekatan dilakukan di beberapa titik perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah, diantaranya Kecamatan Kasiman, Padangan, Ngraho, Baureno, Trucuk, dan Margomulyo. Termasuk perbatasan Kabupaten Ngajuk di Kecamatan Gondang juga dilakukan penyekatan.

“Kami melakukan penyekatan bersama petugas gabungan dari Polres Bojonegoro, Kodim 0813 Bojonegoro, dan BPBD Bojonegoro. Dengan ini sebaran PMK hewan ternak di Kabupaten Bojonegoro bisa ditekan,” tandasnya.

Baca Juga :   238 Ekor Sapi di Bojonegoro Terindikasi PMK

Sementara itu, Medik Veteriner Disnakkan Bojonegoro, Aris Eko mengatakan, perkembangan PMK pada hewan ternak sapi pada 16 Januari 2025 kemarin sudah mencapai 465 sapi memiliki gejala PMK. Jumlah ini naik dari sebelumnya dari laporan yang diterima sebanyak 238 sapi terindikasi PMK.

“Namun, Disnakkan saat ini sudah menyalurkan vaksin bagi hewan ternak untuk mengobati dan mencegah PMK,” katanya.

Dia mengatakan, untuk menanggulangi sebaran PMK, petugas bersama BPBD Bojonegoro juga telah melakukan penyemprotan disinfektan di masing-masing pasar hewan.

“Kami juga mengimbau kepada peternak untuk rutin membersihkan kandang, agar sapu terhindar dari PMK,” imbuhnya.

Untuk diketahui, sebelumnya Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menerima alokasi 7.050 dosis vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) pada 2025 ini. Vaksin ini untuk mencegah paparan PMK pada hewan ternak, seperti sapi.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait