Hindari Kepadatan Lalu-lintas Jalan Nasional Bojonegoro, Ini Jalur Alternatif yang Bisa Ditempuh

Arus lalulintas padat merayap
LEBARAN : Arus lalu lintas di jalan nasional Bojonegoro-Babat saat kondisi kendaraan padat merayap tepatnya di Proliman Kapas.

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Peningkatan volume kendaraan di jalan nasional di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur terjadi sejak H+2, Selasa (1/4/2025) kemarin, hingga H+3 lebaran Idulfitri, Rabu (2/4/2025). Penumpukan kendaraan terjadi di sejumlah titik terutama di traffic light.

Penumpukan kendaraan didominasi mobil pribadi. Di wilayah timur, yakni Jalan Bojonegoro-Babat kemacetan terjadi pertigaan Baureno, di simpang empat Pasar Tradisional Sumberrejo, simpang empat Kecamatan Balen, dan Proliman Kapas.

Penumpukan kendaraan di jalan nasional di wilayah timur Bojonegoro yang terjadi di beberapa titik hingga mencapai 4 kilo meter.

Untuk jalan nasional di wilayah barat Bojonegoro, penumpukan kendaraan juga terjadi di beberapa titik di antaranya traffic light atau pertigaan Pasar Kalitidu, pertigaan Sumengko, Kecamatan Kalitidu; pertigaan Tobo, Desa/Kecamatan Purwosari; perempatan Pasar Baru Desa Banjarjo, Kecamatan Padangan; perempatan Padangan baik dari maupun ke arah Ngawi dan ke arah Cepu.

Meningkatnya volume kendaraan di jalan nasional di wilayah Bojonegoro disebabkan oleh meningkatnya mobilisasi masyarakat yang hendak halal bi halal ke luar wilayah. Kepadatan kendaraan terjadi dari arah barat maupun sebaliknya.

Baca Juga :   Giliran Kepala Dindagkop UMKM Blora Diperiksa Kejaksaan

“Walah macet panjang di perempatan Padangan. Tadi lewat perempatan pasar Baru ke selatan terus Tambakrejo,” kata Yanto, warga Cepu, Kabupaten Blora yang mengaku akan berlebaran ke familinya di Desa Malingmati, Kecamatan Tambakrejo.

Senada disampaikan Jaya, warga Jatiblimbing, Kecamatan Dander. Ia menuturkan kemacetan panjang terjadi di pertigaan Sumengko, Kecamatan Kalitidu.

“Kalau pertigaan Pasar Kalitidu tidak seberapa. Macetnya yang panjang traffic light Sumengko, sampai pom bensin,” ucapnya.

Peningkatan volume kendaraan pada momentum lebaran Idulfitri telah diprediksi Dinas Perhubungan Bojonegoro. Untuk itu, Dishub sudah menyiapkan sejumlah jalur alternatif bagi pemudik.

Jalur alternatif menghindari kemacetan yang diprediksi terjadi di seputaran Pasar Baureno, Pasar Sroyo dan Pasar Sumberrejo. Dishub telah menyiapkan jalur alternatif melalui Sumuragung – Polsek Baureno. Sedang untuk jalur alternatif Bojonegoro – Nganjuk, bisa melalui Jalan Monginsidi – Simpang Tiga Kunci (Dander).

Guna mengurai kemacetan di simpang empat Padangan, dari Cepu ke Bojonegoro dapat melalui Jl Bengawan Solo (khusus R2 ) lebar jalan 3 meter perkerasan paving block. Dan antisipasi kemacetan di simpang empat Padangan, dari Ngawi ke Bojonegoro dapat melalui simpang empat Pasar Cendono Ke Timur – Simpang Tiga Ringin Ayu Sonorejo ke utara sampai simpang empat Mbaru/ Sate Ayu (Ke Arah Timur) dengan kondisi perkerasan jalan cor rigid, aspal dan paving, lebar jalan 5 meter.

Baca Juga :   Bus Pariwisata Terperosok di Parit

Untuk jalur alternatif dari Ngawi ke Bojonegoro-Surabaya, bisa melalui simpang empat Tinggang /Pos Polisi – Simpang tiga SMP 1 Tambakrejo (Patung Sapi) ke utara sampai simpang empat Banjarejo / Sate Ayu (Ke Arah Timur). Kondisi jalan cor rigid, lebar 5 meter. “Untuk alternatif dari Bojonegoro ke Ngawi melalui pertigaan Watu Jago – Desa Meduri – Desa Sumberejo, kondisi jalan cor rigid, lebar jalan 6 meter,” terangnya.

Sementara itu, untuk jalur alternatif dari Ngawi ke Bojonegoro melalui Palang Wesi – pertigaan Dusun Pluntu dengan kondisi jalan cor rigid, lebar jalan 6 meter.

“Masing-masing jalan alternatif sudah ada rambu petunjuk arah di beberapa titik, sehingga memudahkan pengguna agar tidak salah jalur,” tegas Kepala Bidang Angkutan Dishub Bojonegoro, Mohammad Aris.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait