SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda Surabaya telah mengeluarkan prediksi musim kemarau 2025 di Jawa Timur. Diantaranya beberapa kecamatan di wilayah Kabupaten Bojonegoro diprediksi bakal memasuki musim kemarau pada bulan April dan sebagian besar pada bulan Mei mendatang.
“Sebagian besar wilayah Bojonegoro awal musim kemarau diprediksi terjadi pada bulan Mei Dasarian I,” kata Kepala Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tuban, Muchamad Nur kepada Suarabanyuurip.com, Minggu (06/04/2025).
Tercatat sebanyak 23 kecamatan di Bojonegoro akan memasuki musim kemarau pada bulan Mei. Sedangkan lima kecamatan seperti Balen, Sumberrejo, Kanor, Baureno, dan Kepohbaru diprediksi memasuki kemarau pada bulan April Dasarian III.
“Untuk puncak musim kemarau di Indonesia tahun ini diprediksi terjadi pada bulan Juni, Juli, dan Agustus 2025,” jelasnya.
Dia mengimbau agar masyarakat selalu menjaga kesehatan dan jangan sampai kekurangan cairan dalam tubuh. Sementara sektor pertanian, dapat menyesuaikan jadwal tanam serta mengoptimalkan pengelolaan air di daerah.
“Pada musim kemarau masyarakat juga harus waspada terkait bencana seperti kebakaran. Terutama bencana kekeringan,” ujarnya.
Karena sejumlah wilayah Bojonegoro setiap tahun menjadi langganan kekeringan. Berdasar data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro September 2024 lalu, 92 desa di 23 kecamatan di Bojonegoro mengalami krisis air bersih.(jk)





