SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, Jawa Timur mendorong petani bawang merah untuk menggunakan biji bukan dari umbi untuk disemai. Sebab menggunakan biji sebagai benih dinilai lebih efektif untuk meningkatkan produktivitas bawang merah.
Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan, DKPP Bojonegoro, Imam Nurhamid mengatakan, pengembangan bawang merah dari biji untuk meningkatkan jumlah produksi.
“Inovasi ini telah dilakukan uji coba oleh Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) pada tahun 2024 lalu. Bahwa menanam bawang merah menggunakan biji mempunyai keunggulan dari segi biaya produksi,” katanya, Jumat (18/5/2025).
Dia mengatakan, menanam bawang merah dengan biji hasil panen bisa meningkat. Minimal setiap panen mencapai 25 ton per hektar. Sedangkan apabila menggunakan umbi dengan biaya produksinya satu hektar satu ton bibit umbi, hanya mampu menghasilkan kisaran 9 sampai 15 ton saja.
Hanya saja berbudidaya bawang merah menggunakan biji memiliki kelemahan yaitu membutuhkan waktu yang lebih panjang untuk masa tanam hingga panen.
“Kalau dengan biji, memerlukan tambahan waktu agak panjang sedikit, sebab harus menyemai dulu seperti tanaman padi, dengan waktu kisaran 35 hari baru setelah itu bisa di pindah tanam,” jelasnya.
Untuk budidaya bawang merah mengunakan biji, petani hanya membutuhkan 3 sampai 4 kilogram bibit per hektarnya. Keuntungan bertani bawang merah menggunakan bibit dari biji ada efisiensi yang cukup besar.
“Sebab, harga biji bawang merah 500 kilo gramnya hanya Rp185.000 atau Rp370 perkilogram,” tandasnya.(jk)





