SuaraBanyuurip.com – Tim Verifikasi Geopark Nasional (VGN) telah merampungkan revalidasi geopark Bojonegoro untuk mendapatkan pengakuan UNESCO Global Geopark (UGGp). Tim VGN memberikan sejumlah catatan penting dan rekomendasi, diantaranya perubahan peta, perencanaan dan dokumen terhadap geopark nasional Bojonegoro.
Selama empat hari Tim VGN mengunjungi geopark Bojonegoro yang berada di sejumlah desa di beberapa kecamatan. Tim VGN revalidasi geopark nasional Bojonegoro yang terdiri dari Komite Geopark Nasional Indonesia (KGNI), Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Bappeda Jatim, hingga Kementerian ESDM, salah satunya Badan Geologi Nasional, ini mengamati dan menggali informasi di lapangan.
Revalidasi dimulai dari Pusat Informasi Geologi (PIG) Geopark Bojonegoro di Jalan Panglima Soedirman, Rabu (11/6/2025) pagi. Berlanjut ke Agrowisata Belimbing di Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu. Kemudian bergeser ke penangkaran rusa dan wisata edukasi gerabah di Kecamatan Malo.
Dari Malo, Tim VGN bergeser ke Geopark Petroleum di lapangan minyak tradisional Wonocolo di Kecamatan Kedewan. Rombongan berkeliling Teksas Wonocolo dengan jip adventure. Berlanjut ke geosite antiklin dan mampir di Rumah Singgah. Terus berlanjut ke sentra bubut kayu jati di Desa Batokan Kasiman.
Pada Kamis (12/6/2025), Tim VGN melakukan revalidasi ke Kedung Lantung di Desa Drenges, Kecamatan Sugihwaras. Berlanjut melihat sentra batik dan geosite di Desa Jono, Kecamatan Temayang dan menilik hutan pohon jati di Kecamatan Bubulan. Lalu berakhir wisata Negeri Atas Angin di Desa Deling, Kecamatan Sekar.

Revalidasi Geopark Nasional Bojonegoro oleh Tim VGN berlanjut pada Jumat (13/6/2025). Tim meninjau Museum 13 di SDN Panjunan 2 Kalitidu. Kemudian mengunjungi sentra UMKM pembuatan ledre, dan berlanjut Kampung Samin dan Kampung Thengul. Lalu UMKM produsen akar jati Margomulyo, dan malam harinya melihat pesona api abadi di Kahyangan Api Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem.
Dari semua itu, Kabupaten Bojonegoro memiliki geopark unggulan. Diantaranya dari Geosite yaitu Peteoleum Wonocolo, Kayangan Api, Kedung Lantung dan Antiklin. Untuk unggulan Biosite yaitu Agrowisata Belimbing, Penangkaran Rusa Malo dan hutan jati. Sedang untuk unggulan Cultural Site yaitu Kampung Samin, Wayang Thengul, Tari Thengul dan Tayub.
Sedangkan di hari terakhir, Sabtu (14/6/2025). Tim VGN melakukan bedah dokumen di Co-Creating Room Gedung Pemkab Bojonegoro.
“Tugas saya bersama tim adalah mengumpulkan bukti di lapangan sebagai penguat untuk kelayakan Bojonegoro mendapat pengakuan UGGp,” kata Tim VGN Meliawati Ang.
Melawati menyampaikan, Tim VGN banyak menemukan hal baru dan masukan selama beberapa hari melakukan revalidasi geopark nasional Bojonegoro. Sehingga ada form yang perlu dilengkapi dan beberapa fundamental yang perlu dibenahi. Seperti dari value, ada konsekuensi perubahan peta, perencanaan dan dokumen.

Beberapa form dan data dukung yang perlu dilengkapi, lanjut Meliawati, adalah struktur pengelola, strategi konservasi dan geokonservasi, kemitraan strategi, pemasaran dan promosi. Serta penguatan ekonomi berkelanjutan di kawasan geopark seperti adanya geokuliner, geotrail, atau geohomestay.
“Dari UNESCO juga sering kita dapati masukan untuk mengunggulkan panganan lokal sebagai item pendukung,” ujarnya.
“Ini perlu dipersiapkan dengan baik utamanya tim eksplore mencari keunikan di Bojonegoro. Karena penentuan geosite harus mencerminkan keragaman geologi, seperti batuan, fosil, mineral,” lanjut Meliawati.
Tim VGN R. Hanang Samodra menambahkan agar menyederhanakan struktur organisasi. Serta pembentukan geotrail yang pada intinya bagaimana bisa melewati suatu jalur yang komplit.
Tim VGN Mirawati Sudjono menambahkan beberapa evaluasi dan saran, seperti efisiensi struktur tim pengelola, atau saat mengisi daftar pengnujung, perlu menambahkan bagian kesan, pesan, dan apresiasi. Karena hal tersebut sangat bermanfaat.
“Dari beberapa destinasi kemarin, penggunaan limbah akar jati sangat bagus, bisa dilestarikan sebagai warisan geologi,” ungkapnya.
General Manager Geopark Bojonegoro Kusnandaka Tjatur mengucapkan terima kasih atas validasi dan masukan dari Tim VGN, karena akan menjadi upaya bersama melakukan perbaikan dari sisi dokumen.
“Kami mewakili Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berterima kasih dan tentunya hal ini menjadi bagian bagaimana memakmurkan masyarakat Bojonegoro agar lebih bahagia, makmur dan membanggakan,” tutupnya.(red)





