Indeks Kerukunan Umat Beragama Bojonegoro Lampaui Nasional

FKUB Bojonegoro.
FKUB Bojonegoro menyampaikan indeks kerukunan umat beragama di rapat paripurna di lingkungan Pondok Pesantren Al-Fatimah.

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Indeks kerukunan umat beragama di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur meningkat hingga 82,6 persen, atau melebihi nasional. Kegiatan moderasi beragama di tingkat pelajar hingga perguruan tinggi berjalan cukup maksimal, sehingga dapat memperkuat kerukunan beragama.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bojonegoro, Tamam Syaifuddin mengatakan, capaian indeks kerukunan beragama di Kabupaten Bojonegoro meningkat dari 70,1 persen menjadi 82,6 persen. Capaian ini merupakan kerja keras pengurus FKUB Bojonegoro periode 2023-2025. Sehingga di hari berakhirnya kepengurusan pengurus FKUB peningkatan indeks kerukunan beragama cukup berhasil.

“Karena melalui berbagai program yang telah dilaksanakan, salah satunya kegiatan moderasi beragama cukup maksimal,” kata Tamam saat rapat paripurna di lingkungan Pondok Pesantren Al-Fatimah, Rabu (9/7/2025)

Dijelaskan, FKUB menyasar lembaga pendidikan mulai sekolah menengah atas (SMA) hingga perguruan tinggi khususnya di Bojonegoro untuk menggelar kegiatan moderasi beragama dalam memperkuat kerukunan beragama. Cara tersebut berhasil, karena capaian indeks kerukunan di Kabupaten Bojonegoro melebihi nasional yakni sekitar 76 persen.

“Rapat paripurna sebagai tanda berakhirnya kepengurusan FKUB Bojonegoro periode 2023-2025, tentu berharap generasi mendatang terus berkomitmen memperkuat moderasi beragama dan menjaga kerukunan umat,” ujar mantan Ketua DPRD Bojonegoro ini.

Tamam mengungkapkan, selama periode kepengurusan FKUB Bojonegoro 2023-2025, juga tidak terjadi gejolak antaragama yang ekstrem, karena masyarakat Bojonegoro selalu menjaga kerukunan beragama.

“Artinya nilai toleransi beragama di Bojonegoro masih kuat. Dan ini merupakan tanggung jawab kami untuk terus menjaga kerukunan beragama,” tandasnya.

Tamam menambahkan, rapat paripurna atau penutup ini juga dirangkai dengan santunan anak yatim piatu, yakni sekitar 15 anak. Dan yang yang menerima santunan bukan hanya kalangan muslim tetapi, anak yatim piatu dari non muslim juga mendapat.

“Ya, tadi perwakilan dari golongan agama kami undang untuk diberikan santunan,” tandasnya (jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *