SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Memasuki musim panen belum banyak gabah petani yang diserap Perum Bulog Bojonegoro, Jawa Timur. Hal tersebut disebabkan karena gudang penyimpanan milik Bulog sudah penuh sehingga serapan gabah melambat.
Pemimpin Cabang Bulog Bojonegoro, Ferdain Darma Atmaja menyampaikan, serapan gabah di tingkat petani melambat karena gudang penyimpanan sudah penuh.
“Normalnya sehari Bulog bisa menyerap sekitar 1.000 ton, namun karena gudang sudah terisi penuh rata-rata penyerapan 500 ton sehari,” katanya, Jumat (11/7/2025).
Dia mengatakan, Bulog sendiri memiliki tiga gudang penyimpanan yang berlokasi di Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Gudang Beras Wire di Kabupaten Tuban, dan Gudang Beras di Babat, Kabupaten Lamongan. Selain itu Buloga juga menyewa gudang milik swasta.
“Gudang Bulog sudah penuh untuk menyimpan 19 ribu ton beras. Sedangkan serapan masih ditargetkan sebanyak 15 ribu ton,” katanya kepada suarabanyuurip.com.
Ferdian mengungkapkan, sudah melakukan pencarian gudang penyimpanan di 20 titik di kabupaten wilayah Bulog. Rata-rata gudang sudah disewakan dan digunakan untuk penyimpanan tembakau.
“Kemarin Bulog sudah menemukan gudang penyimpanan, tepatnya di Desa Sumberarum, Kecamatan Dander, akan tetapi masih terganjal izin dari Pemerintah Bojonegoro. Kami masih sudah mengirim surat beberapa kali, tinggal izin dari bupati,” jelasnya.
Dia mengaku kebingungan karena para petani sudah panen raya, sementara serapan Bulog Bojonegoro belum maksimal. Sehingga serapan gabah di petani melambat.
“Tapi meskipun penuh, kami masih melakukan serapan. Kami berharap bisa segera mendapat gudang penyimpanan yang aman dan bagus,” tandasnya.(jk)





