SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Perum Bulog Kantor Cabang Bojonegoro, segera menyalurkan bantuan pangan beras kepada 111.833 keluarga miskin dii Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas)/National Food Agency/NFA) telah menerbitkan surat penugasan kepada Perum Bulog untuk menyalurkan bantuan pangan dengan nomor 170/TS.03.03/K/7/2025 tanggal 4 Juli 2025.
Para warga yang masuk kriteria sebagai penerima, mendapat sebanyak 10 kilogram (kg) per penerima per bulan. Dengan total alokasi dua bulan, untuk Juni dan Juli, penyalurannya dilakukan secara one shoot atau 1 kali salur.
Pemimpin Cabang (Pincab) Bulog Bojonegoro, Ferdian Dharma Atmaja mengatakan, bantuan pangan tersebut akan disebar oleh pihaknya bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro paling lambatt akhir Juli 2025.
“Bantuan inii diambilkan dari cadangan beras pemerintah (CBP) dengan kualitas medium,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (12/7/2025).
Alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB) ini menyatakan, bahwa penyaluran bantuan pangan merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam pengelolaan cadangan pangan untuk mendukung ketersediaan pangan yang cukup di masyarakat.
“Juga untuk mengentaskan kemiskinan, menangani kerawanan pangan, menanggulangi kekurangan pangan, mengendalikan gejolak harga pangan dan inflasi serta melindungi produsen dan konsumen,” ujarnya.
Pun, program bantuan pangan beras itu menjadi bagian dari penebalan bantuan sosial tahun 2025 untuk memberi stimulus ekonomi ke masyarakat.
Adapun data penerima bantuan pangan diperoleh dari data tunggal sosial dann ekonomi nasional (DTSEN). Meski begitu, apabila data yang keluar tidak sesuai dengan kriteria penerima bantuan pangan bisa dilakukan penggantian kepada warga lain yang masuk dalam kriteria penerima bantuan.
Bantuan pangan periode Juni-Juli ini ditargetkan selesai sebelum 31 Juli. Proses penyaluran nantinya akan melibatkan pihak transporter atau pengangkut yang ditunjuk secara resmi.
Surat undangan penyaluran akan diberikan kepada masing-masing penerima bantuan sesuai wilayah, termasuk jumlah dann lokasi distribusi yang telah ditentukan. Dengan mekanisme tersebut, diharapkan penyaluran bantuan bisa tepat pada sasaran.
Pria asli Pulau Garam ini menjelaskan pula, bahwa untuk Kabupaten Bojonegoro saja, terdapat 111.833 keluarga penerima manfaat (KPM) yang akan menerima bantuan pangan beras pada tahun 2025. Setiap KPM menerima 10 Kg untuk Juni dan Juli.
“Maka setiap KPM totalnya akan menerima 20 Kg beras,” jelasnya.
Terpisah, mewakili Pemkab Bojonegoro
Wakil Bupati (Wabup) Nurul Azizah mengapresiasi dan mendukung penuh program pemerintah pusat yang berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Salah satunya melalui program bantuan pangan beras.
Bantuan ini dinilai penting karena inflasi beras terhitung pada bulan Juni 0,36 persen saat ini menjadi 1 persen. Penyebabnya, harga barang jasa utamanya beras naik, sedangkan daya beli masyarakat turun.
Kemudian, melihat dari pertumbuhan ekonomi saat ini, Bojonegoro menempati peringkat 1 se Jawa Timur dengan indikator PDRB tumbuh 9,97 persen tahun 2025. Namun pertumbuhan ini masih didominasi oleh produksi migas dan produksi pangan.
“Maka kita harus merealisasikan target produksi beras bisaa meningkat peringkat kedua se-Jawa Timur,” tandas perempuan santun dan ramah ini.(fin)





