SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Penyaluran pupuk subsidi di Bojonegoro, Jawa Timur belum mencapai 50 persen, padahal sudah memasuki musim tanam kedua. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat mencatat, penyaluran pupuk subsidi baru 64.364 ton dari alokasi 116.207 ton.
“Rata-rata petani di sejumlah wilayah Bojonegoro masih menggunakan pupuk penebusan di akhir tahun 2024 karena musim tanamnya mundur,” kata Kepala Seksi Pupuk dan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) DKPP Bojonegoro, Tatik Kasiati.
Kondisi tersebut, lanjut dia, membuat penyaluran pupuk belum mencapai 50 persen. Dari alokasi 116.207 ton tahun 2025 yang diterima Bojonegoro masih memiliki sisa 64.364 ton.
“Sedangkan yang sudah disalurkan 51.885 ton. Baik pupuk jenis NPK, Urea, dan Organik,” katanya, Minggu (13/7/2025).
Tatik menjelaskan, masih banyak petani di Bojonegoro belum melakukan penebusan pupuk. Sehingga hal ini juga menjadi alasan serapan pupuk masih minim.
“Namun penyaluran pupuk masih terus berjalan, karena para petani sudah ada yang mulai tanam padi lagi usai panen,” ujarnya kepada suarabanyuurip.com.
Salah satu petani di Desa Karangdowo, Kecamatan Sumberrejo, Rondhi menyampaikan, rata-rata petani di wilayah Sumberrejo baru selesai panen. Sehingga belum melakukan penebusan pupuk pada masa tanam kedua di tahun ini.
“Minggu ini petani baru panen, namun sebagian sudah membeli bibit padi,” tambahnya.(jk)



