Serapan Gabah Bulog Lambat, DPRD Bojonegoro: Tak Berpengaruh di Petani

Lasuri.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri.

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Serapan gabah Perum Bulog Bojonegoro, Jawa Timur di tingkat petani melambat karena gudang penyimpanan penuh. DPRD menilai lambatnya serapan gabah sekarang ini tidak berpengaruh terhadap petani.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri menyampaikan, para petani saat ini sudah memasuki musim panen, dan harga gabah di atas harga pembelian pemerintah (HPP) Rp 6.500 per kilogram (kg). Sehingga meski serapan Bulog melambat tak berpengaruh terhadap petani.

“Karena harga di tengkulak di atas HPP, yakni sekitar Rp 6.700 per kg, bahkan ada yang lebih,” katanya, Minggu (13/7/2025).

Meski begitu, Lasuri menyarankan Bulog segera mencari gudang penyangga untuk menyimpan beras agar target serapan tercapai.

“Ini juga menjaga sewaktu-waktu petani ingin menjual gabah ke Bulog,” ujarnya.

Pemimpin Cabang Bulog Bojonegoro, Ferdain Darma Atmaja sebelumnya menyampaikan, serapan gabah di tingkat petani melambat karena gudang penyimpanan sudah penuh.

“Normalnya sehari Bulog bisa menyerap sekitar 1.000 ton, namun karena gudang sudah terisi penuh rata-rata penyerapan 500 ton sehari,” katanya.

Ferdian menjelaskan, Bulog sendiri memiliki tiga gudang penyimpanan yang berlokasi di Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Gudang Beras Wire di Kabupaten Tuban, dan Gudang Beras di Babat, Kabupaten Lamongan. Selain itu Buloga juga menyewa gudang milik swasta.

“Gudang Bulog sudah penuh untuk menyimpan 19 ribu ton beras. Sedangkan serapan masih ditargetkan sebanyak 15 ribu ton,” katanya

Ferdian menambahkan, sudah melakukan pencarian gudang penyimpanan di 20 titik di kabupaten wilayah Bulog. Rata-rata gudang sudah disewakan dan digunakan untuk penyimpanan tembakau.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *