Bahlil: Satu Sumur Minyak Tua Serap 10 Tenaga Kerja dan Hasilkan Rp 2 Juta Sehari

Sumur minyak tua.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sedang berdialog dengan penambang sumur minyak tua saat melakukan kunjungan kerja di lapangan minyak Ledok, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.(ist)

SuaraBanyuurip.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan, keberadaan sumur minyak tua tidak sekadar menyumbang produksi. Sumur minyak rakyat juga telah menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan perputaran ekonomi masyaratakat.

“Satu sumur tenaga kerjanya itu bisa 10 orang. Jadi ini menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat. Terus pendapatan masyarakat perputaran ekonominya ada,” tegas Bahlil saat meninjau sumur migas Ledok, salah satu lapangan migas tua di wilayah kerja Pertamina EP Cepu di Blora, Jawa Tengah, Kamis (17/7/2025).

Di wilayah kerja Lapangan Cepu terdapat delapan struktur sumur produksi aktif yang dikelola melalui kerja sama antara Pertamina EP selaku KKKS dengan mitra lokal seperti Koperasi Unit Desa (KUD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Struktur tersebut antara lain Wonocolo, Dandangilo, Ngrayong, Ledok, Semanggi, Banyubang, Gegunung, dan Gabus.

Di Kabupaten Blora terdapat 206 titik sumur minyak tua yang dikelola BUMD Blora Patra Energi. Yakni 190 titik berada di wilayah Ledok, Kecamatan Sambong dan 70 titik berada di Semanggi, Kecamatan Jepon. Sedangkan 50 sumur lainnya belum dikelola.

Baca Juga :   Sumur Minyak Tradisional di Blora Terbakar, Pertamina EP Field Cepu Bantu Padamkan Api

Istilah sumur minyak tua mengacu pada sumur minyak bumi yang dibor sebelum tahun 1970. Sumur tersebut pernah berproduksi, dan saat ini tidak lagi diusahakan oleh kontraktor aktif. Sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 1 Tahun 2008 tentang Pedoman Pengusahaan Pertambangan Minyak Bumi pada Sumur Tua.

Penerapan skema ini diperkuat melalui Permen ESDM No. 14 Tahun 2025 tentang Kerja Sama Pengelolaan Bagian Wilayah Kerja untuk Peningkatan Produksi Minyak dan Gas Bumi. Regulasi ini membuka ruang bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), koperasi, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) turut berperan dalam mengelola sumur-sumur marginal dengan tetap menjunjung prinsip keselamatan, keberlanjutan, dan tata kelola yang baik.

“Yang penting adalah masyarakat bisa menjalankan aktivitasnya dengan baik, jadi tidak rasa was-was. Dan mereka legal, supaya lingkungannya kita jaga,” jelas Bahlil.

Menurut Bahlil, optimalisasi sumur minyak tua dinilai strategis dari sisi efisiensi, karena memanfaatkan infrastruktur dan cadangan yang telah ada. Pemerintah menargetkan kontribusi produksi dari sumur tua dan sumur rakyat akan terus meningkat secara bertahap, dan menjadi penopang penting dalam mencapai target produksi 1 juta barel minyak per hari.

Baca Juga :   DLH Bojonegoro : Semburan Lumpur Cenderung Normal

“Setelah saya mengecek, satu sumur masyarakat itu bisa mendapatkan tiga barel sampai dengan lima barel,” ujarnya.

Bahlik kemudian mengkalkulasi, satu barel minyak setara 159 liter, sehingga tiga barel hampir mencapai 500 liter. Dengan harga ICP USD70 per barel dan asumsi porsi bagi hasil 70%, setiap barel menghasilkan sekitar USD49.

“Artinya, dalam sehari satu sumur bisa meraup sekitar USD147–dibulatkan menjadi USD 150–atau setara lebih dari Rp 2 juta,” jelasnya.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait