BPBD Bojonegoro Beberkan Hasil Kaji Cepat Semburan Lumpur

19465

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Jawa Timur, membeberkan hasil kajian cepat terjadinya semburan lumpur di Desa Batokan, Kecamatan Kasiman. Semburan yang keluar berupa lumpur, air, minyak dan gas dari lubang sisa pengeboran migas tua.

Semburan lumpur berada di Dusun Batokan, dengan titik koordinat Easting : 0567017, Northing : 9210323 dan Elvesasi : 41 m. Dampak semburan, keluarnya fluida berupa air, lumpur, minyak dan gas keluar dari lubang sisa pengeboran minyak tua.

Sementara dimensi genangan fluida yang keluar panjang 2 meter, lebar 2 meter, dan tinggi 5 – 10 centi meter.  Â

“Kondisi saat ini volume fluida dan kandungan fluida relatif aman dan diperkirakan volume fluida akan berkurang seiring berkurangnya curah hujan,” tegas Kepala BPBD Bojonegoro, Umar Ghoni, Rabu (5/2/2020).Â

Dijelaskan, pada kawasan potensi migas, semburan seperti ini merupakan fenomena alam yang normal terjadi. Karena urutan fluida dari bawah ke atas yang berada di dalam lapisan batuan pembawa minyak/reservoar yakni berupa air, minyak, dan gas memiliki sifat menekan ke permukaan melalui celah yang ada.Â

Baca Juga :   Wakapolda Jateng Meninjau Langsung Lokasi Kebakaran Sumur Minyak Ilegal di Blora

Sehingga dalam kondisi curah hujan tinggi menyebabkan air masuk ke dalam lapisan reservoar dan membuat volume fluida bertambah dan menekan keluar ke permukaan. Â

“Celahnya berupa sisa lubang bor minyak tua di Desa Batokan,” tukasnya.Â

Menurut Umar, yang perlu diperhatikan antara lain volume fluida yang keluar, dan kandungannya apakah mengandung zat berbahaya atau tidak.

“Kita akan pantau selama 7 hari. Jika volume fluida yang keluar tidak berkurang atau kandungan fluida memiliki kandungan zat berbahaya maka akan kita dikoordinasikan kepada instansi terkait untuk melakukan penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Semburan lumpur muncul di tanah pekarangan milik almarhum Suparman, warga RT9/1 Desa Batokan.Â

Data di Pemdes Batokan, ada sekira 7 titik sumur di desa setempat yang sudah diketahui. Sedangkan lainnya sudah tertimbun tanah.

Ke tujuh titik sumur itu diantaranya berada di sawah belakang balai desa, di perbatasan Dusun Bandar, Desa Batokan dengan Desa Betet, belakang rumah mantan Sekretaris Desa masih lengkap dengan kepala sumur, dan di lokasi semburan.Â

Baca Juga :   Terdaftar BPJS, Penambang Minyak Wonocolo Bekerja Keras Tanpa Cemas

“Sedangkan yang di lokasi perbatasan desa sudah kami laporkan ke Pertamina EP karena mengeluarkan gas dan bau,” sambung Kepala Desa Batokan, Erwin Rizaldi. (rien)

 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *