Balita Korban Kebakaran Sumur Minyak Ilegal di Blora Meninggal Dunia

Balita korban kebakaran sumur minyak meninggal dunia.
Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini melayat ke rumah duka almarhum balita Abu Dhabi korban kebakaran sumur minyak ilegal untuk menyampaikan belasungkawa kepada ayah korban, Sukrin.

SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno

Blora – Korban meninggal akibat kebakaran sumur minyak ilegal di Desa Gandu, Kecamatatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, bertambah menjadi lima orang. Abu Dhabi, balita usia dua tahun, meninggal dunia, pada Kamis 11 September 2025 di RS Dokter Sardjito Yogyakarta.

Jenazah Abu Dhabi telah dimakamkan di pemakaman umum setempat, Dukuh Gendono, Desa Gandu, pada Jumat 12 September 2025, pukul 08.30 WIB.

Balita Abu Dhabi sebelumnya telah mendapat perawatan intensif RS Dokter Sardjito Yogyakarta pasca terbakarnya sumur minyak ilegal di Desa Gandu pada 17 Agustus.

Balita Abu Dhabi merupakan korban meninggal ke lima akibat terbakarnya sumur minyak ilegal di wilayah kerja pertambangan (WKP) Pertamina EP. Sebelumnya, Tanek, (60), meninggal di lokasi kejadian Minggu, 17 Agustus 2025, Sureni (52) dan Wasini meninggal Senin, 18 Agustus 2025, dan Yeti istri dari Sukrin meninggal Sabtu, 23 Agustus 2025 di RSUP dr. Dokter Sardjito Yogyakarta.

Meninggalnya balita Abu Dhabi akibat kebakaran hebat sumur minyak ilegal mengundang perhatian Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini. Ia bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Dinas Sosial Kabupaten Blora, takziah ke rumah keluarga korban Dukuh Gendono, Desa Gandu.

Baca Juga :   Tahun 2022 Pengadaan Lahan Bendung Gerak Karangnongko Disiapkan, 260 KK Akan Terdampak

Wabup Setyorini, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas musibah yang menimpa keluarga.

“Semoga keluarga diberi ketabahan dan keikhlasan,” ungkap Budhe Rini, sapaan akrabnya.

‎Dalam kesempatan tersebut, Budhe Rini bersama Baznas menyerahkan bantuan berupa uang tunai untuk meringankan beban keluarga korban. Sementara, Dinsos P3A Kabupaten Blora, juga menyerahkan bingkisan sembako.

‎Sukrin, ayah korban, yang juga kehilangan mertua dan istrinya, menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemkab Blora yang terus mendampingi sejak masa perawatan di RSUP dr. Sardjito hingga hari ini.

‎“Kami juga berharap adanya relokasi rumah karena lokasi rumah kami terlalu dekat dengan sumur minyak. Bahkan kami mohon bantuan pembangunan rumah sementara di tanah baru yang diberikan saudara,” ujarnya dihadapan Wabup Setyorini dan jajarannya.

‎Menanggapi hal itu, Budhe Rini menyatakan akan berkoordinasi dengan Pemkab Blora untuk menindaklanjuti permohonan tersebut. Selain itu, Budhe Rini juga menawarkan bantuan pendidikan bagi putri Sukrin yang selamat, Nafisa Fitri Kotijah, untuk bisa bersekolah di Sekolah Rakyat Kecamatan Cepu agar lebih aman.

Pada kesempatan tersebut, Budhe Rini berharap tragedi kebakaran sumur minyak di Desa Gandu bisa menjadi pelajaran bersama agar masyarakat lebih berhati-hati dalam beraktivitas, sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali.(sam)

Pos terkait