SuaraBanyuurip.com – Dewan Pimpinan Cabang Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (DPC K-Sarbumusi NU) Kabupaten Bojonegoro mendukung manajemen Mitra Produksi Sigaret (MPS) Dander menggagas pendirian kampus untuk buruh di lingkungan perusahaannya.
DPC K-Sarbumusi NU juga mengapresiasi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang telah memberikan atensi positif terhadap rencana pendirian kampus untuk buruh saat kunjungannya di MPS Dander beberapa waktu lalu.
Ketua DPC K Sarbumusi Bojonegoro, Amrozi mengatakan, pendirian kampus untuk buruh ini akan menjadi terobosan penting dalam dunia ketenagakerjaan. Tidak hanya dari sisi keterampilan kerja tetapi juga dalam aspek pendidikan formal.
“Ini adalah wacana bagus, karena sejalan dengan cita-cita kami memperjuangkan agar buruh dapat melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan pekerjaan,” ujarnya, Minggu (20/7/2025).
Ia mengungkapkan, DPC K-Sarbumusi NU Bojonegoro seringkali mendengar keluhan buruh yang ingin melanjutkan pendidikannya, namun terkendala waktu dan biaya. Amrozi mencontohkan para pekerja pelaksana lapangan di sektor konstruksi, secara finansial mereka adalah tulang punggung keluarga, namun disisi lain mereka ingin mengupgrade kemampuannya agar mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.
“Ada perbedaan antara kuliah sambil kerja dengan kerja sambil kuliah,” lanjutnya.
Mantan Sekretaris Majelis Alumni IPNU ini menilai, pendirian kampus untuk buruh akan menjadi jalan tengah peningkatan IPM Kabupaten Bojonegoro. Apalagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro saat ini juga sedang menjalankan misi pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul.
Untuk itu, Amrozi berharap Pemkab Bojonegoro gerak cepat merespon wacana ini menjadi sebuah gerakan nyata sebagai ikhtiar besar untuk meningkatkan kapasitas para pekerja, agar mereka tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga memiliki kesempatan tumbuh secara intelektual dan sosial.
Amrozi menambahkan, DPC K-Sarbumusi NU Bojonegoro siap bersinergi dengan Pemkab Bojonegoro dan pihak-pihak terkait untuk merealisasikan wacana pendirian kampus buruh sebagai model pendidikan vokasi dan akademik bagi pekerja termasuk pemetaan kebutuhan pendidikan para buruh di lapangan.
“Program ini akan menjadi gerakan nyata pelaksanaan misi pertama Pemkab Bojonegoro sesuai RPJMD 2024-2029” pungkasnya.
Direktur Utama (Dirut) Koperasi Karyawan Redreying (Kareb) Sriyadi Purnomo menyampaikan, pendirian Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) di kompleks MPS Dander ini untuk meningkatkan SDM buruh, karena rata-rata mereka merupakan lulusan tingkat SMA.
“Kami ingin memberikan kesempatan kepada para buruh untuk bisa berkuliah, meskipun mereka sudah bekerja,” tegasnya saat menerima kunjungan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah di MPS Dander dalam rangkaian Hari Koperasi ke 78 se Jatim.(red)




