SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Gerakan beternak ayam petelur mandiri (Gayatri) menggunakan 10 persen anggaran alokasi dana desa (ADD) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menyebut alokasi yang disisihkan untuk program tersebut tidak mempengaruhi pembangunan infrastruktur di setiap desa.
“Karena sejak 2022 di P-APBDes sudah berjalan 20 persen untuk beberapa kegiatan prioritas hingga tahun-tahun berikutnya,” kata Kepala DPMD Bojonegoro, Machmuddin kepada suarabanyuurip.com, Selasa (22/7/2025).
Machmuddin menjelaskan, pembiayaan program gayatri mengacu Peraturan Bupati (Perbup) Bojonegoro Nomor 6 Tahun 2025. Dari 20 persen untuk program pengentasan kemiskinan, 10 persennya digunakan untuk program gayatri. Sehingga tidak mempengaruhi pembangunan infrastruktur di masing-masing desa.
“Tidak pengaruh, karena sama-sama untuk program pengentasan kemiskinan,” tegas mantan Camat Ngasem ini.
Kepala Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Yuntik Rahayu menyampaikan, telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 287 juta atau 10 persen dari ADD untuk merealisasikan program gayatri. Anggaran tersebut mengkover 18 keluarga penerima manfaat (KPM).
“Tiap KPM mendapat 54 ekor ayam petelur siap produksi. Totalnya 972 ekor,” kata kepala desa penghasil minyak lapangan Banyu Urip, Blok Cepu itu.
Yuntik berharap program gayatri bisa memberikan tambahan pendapatan dan mengurangi kemiskinan di Desa Mojodelik.
“Setelah terealisasi program ini juga diharapkan bisa berlanjut hingga berkembang,” tambahnya.(jk)




