SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengumumkan capaian delapan kinerja positif hulu migas pada tengah tahun pertama 2025. Delapan capaian tersebut tercatat lebih baik berbanding tahun sebelumnya dalam periode yang sama.
Sekretaris SKK Migas, Luky A. Yusgiantoro memaparkan, kedelapan capaian positif hingga tengah tahun 2025 dibandingkan periode yang sama tahun 2024, diantaranya yakni investasi tumbuh signifikan sebesar 28,6 persen. Kemudian, lifting minyak lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
“Ketiga, target contingent resource sudah tercapai 151 persen terhadap target full year 2025,” paparnya dalam Konferensi Pers Kinerja Hulu Migas 2025 di Jakarta, dikutip Suarabanyuurip.com, Rabu (23/7/2025).
Ke empat, cost recovery dapat dioptimalkan dan efisien sehingga prognosa hingga akhir tahun 2025 akan lebih rendah sekitar US$300 juta dari pagu yang ditetapkan.
Selain itu, aktivitas utama eksploitasi yang berdampak langsung untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi yang meliputi kegiatan pengeboran sumur pengembangan, workover dan well service realiasinya lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.
Capaian ke enam, yakni incident rate (IR) yang sangat baik yaitu 0,13 atau jauh leibh baik dibandingkan target yang telah ditetapkan Pemerintah sebesar 0,5 maupun rata-rata global yang sebesar 0,81.
Selanjutnya yang ke tujuh adalah realisasi Komitmen Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk proyek hulu migas di atas target. Ditambah, untuk lingkungan berkelanjutan, sebanyak 760 ribu pohon telah sukes ditanam.
Deretan kinerja positif tersebut, dikatakan menjadi modal yang berharga bagi SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk dapat mencapai target yang telah ditetapkan Pemerintah, terutama target lifting minyak dan gas bumi (Migas) tahun 2025.
“Meskipun di awal tahun menghadapi entry rate yang rendah, kondisi alam dan cuaca yang menghambat kegiatan pemboran sumur dan lainnya, dengan koordinasi yang intensif dan kerja keras maka hingga tengah tahun 2025 ada lompatan kinerja baik, sehingga secara rata-rata lifting minyak sudah melampaui capaian periode yang sama 2024,” terangnya.
Dijelaskan, bahwa merujuk data SKK Migas pada konferensi pers tersebut, kinerja tengah tahun hulu Migas 2025 untuk investasi mencapai US$7,19 miliar atau sekitar Rp118 triliun dan meningkat 28,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$5,59 miliar.
Untuk Lifting minyak mencapai 580 ribu Barell Oil Per Day (BOPD) atau lebih tinggi dibandingkan periode yang sama 2024 sebesar 576 BOPD. Sedangkan untuk contingent resource mencapai 919 Million Barrels of Oil Equivalent (MMBOE/Juta Barel Setara Minyak) atau meningkat 51 persen dibandingkan target setahun penuh yang sebesar 650 MMBOE.
Begitu pun untuk pengendalian cost recovery, yang bisa dijaga optimal dan efisien dengan prognosa hingga akhir tahun sebesar US$8,2 miliar atau lebih rendah dari pagu biaya cost recovery yang telah disetujui sebesar US$8,5 miliar.
Disebutkan, kegiatan yang berdampak langsung bagi upaya menjaga dan meningkatkan produksi migas nasional adalah pengeboran sumur pengembangan hingga Juni 2025 sudah menyelesaikan 409 sumur atau meningkat 14 persen dibandingkan periode yang sama 2024 sebanyak 358 sumur.
Demikian pula kegiatan workover telah menyelesaikan 517 sumur atau meningkat 6% dan untuk kegiatan well service mencapai 20.644 kegiatan atau meningkat 12%.
Luky menyampaikan pula bahwa SKK Migas menjaga betul agar cost recovery bisa lebih rendah, hal ini menunjukkan bahwa industri hulu migas terus meningkatkan efisiensinya dengan tetap mencapai target yang telah ditetapkan.
Menurut dia, jika cost recovery bisa lebih rendah dari pagu, maka tentu akan berdampak langsung pada penambahan penerimaan negara dari sektor hulu migas untuk mendukung pelaksanaan program-program prioritas Pemerintah yang telah ditetapkan oleh Bapak Presiden.
Berkenaan meningkatnya investasi hulu migas, disampaikan bahwa iklim industri hulu migas terus meningkat dan semakin menarik investor dalam dan luar negeri termasuk big player untuk masuk kembali ataupun menambah investasinya di Indonesia.
Bagi Luky, tentu hal itu adalah kabar baik, sekaligus menegaskan kesiapan dari industri hulu migas dalam mendukung pencapaian ASTA CITA di sektor energi, dengan kontribusi hulu migas dalam memenuhi kebutuhan energi dan bahan baku industri maupun dukungannya dalam swasembada pangan dengan kecukupan kebutuhan gas untuk industri pupuk.
Sementara itu, lanjut Luky, mayoritas fasilitas hulu migas sudah tua, beberapa diantaranya sudah berumur lebih dari 50 tahun. IR yang bisa dijaga sangat baik, menunjukkan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang mumpuni dalam mengelola kekayaan alam hulu migas.
Sedangkan mengenai tingginya TKDN menunjukan dukungan hulu migas bagi industri dalam negeri dan penciptaan lapangan kerja yang lebih luas.
“Adapun banyaknya jumlah pohon yang ditanam, menegaskan komitmen hulu migas untuk menjaga lingkungan berkelanjutan untuk anak cucu generasi penerus yang akan datang,” tandasnya.(fin)






