SKK Migas Harapkan EMCL Pertahankan Produksi Minyak Blok Cepu 180 Ribu Bph hingga Akhir 2025

Rig PDSI di Blok Cepu.
Rig buatan dalam negeri dari Pertamina Drilling Services Indonesia untuk pengembangan BUIC di Well Pad B Lapangan Migas Banyu Urip, Blok Cepu di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro.(arifin jauhari)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Produksi minyak dari Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu yang berpusat di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, telah mengalami kenaikan. Lapangan miyak dan gas bumi (Migas) Blok Cepu ini dioperatori oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).

Kenaikan itu terjadi sejak adanya tambahan produksi dari pengembangan Sumur dengan metode Banyu Urip Infill Clastic (BUIC). Pengembangan ini selesai lebih cepat 10 bulan dari perencanaan. Tepatnya pada akhir Juni 2025. Produksi sejak itu mencapai 180 ribu barel per hari (bph).

Berkenaan hal itu, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) berharap EMCL dapat mempertahankan produksi di tingkat 180 bph sampai dengan akhir 2025.

“Exxon memang diharapkan bisa memproduksikan minyak di level tertinggi 180 ribuan bph dalam jangka waktu yang lama,” kata Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Hudi D. Suryodipuro dalam satu kesempatan di Jakarta, dikutip Suarabanyuurip.com, Rabu (30/7/2025).

Hudi meyakini, Exxon pasti sudah mengevaluasi secara keteknikan baik itu dari sisi reservoir atau dari sisi fasilitasnya untuk bisa memproduksikan minyak secara maksimal. Terlebih karena dari sisi kebutuhan memang hal itu diperlukan.

Baca Juga :   Kejar Produksi 1 Juta Barel, Sejumlah Lapangan Migas Siap Digenjot

“Karena Exxon sebagai produser terbesar dari minyak saat ini kan memang sangat kritikal,” ujarnya.

Dengan kemampuan produksi hingga 180 bph tersebut, jika bisa bertahan paling tidak sampai akhir tahun 2025, maka harapannya target produksi minyak akan tercapai sesuai dengan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Oleh sebab itu, pihaknya melakukan upaya-upaya untuk memastikan supaya kontribusi dari EMCL dapat tercapai seoptimal mungkin. Salah satu upayanya adalah penambahan produksi sebagaimana telah berlangsung.

“Diupayakan itu akan dimintai (dijaga) di kisaran kalau enggak salah 180 ribu bph,” terangnya.

Diwartakan sebelumnya, PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menuntaskan proyek pengeboran tujuh sumur Banyu Urip Infill Clastic (BUIC) Blok Cepu di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Pengeboran sukses diselesaikan sepuluh bulan lebih awal dengan menggunakan Rig PDSI#40.3.

Rig buatan anak bangsa tersebut memainkan peran strategis dalam mendukung proyek pengeboran sumur pengembangan di lapangan minyak terbesar Indonesia saat ini. Produksi minyak lapangan Banyu Urip, yang dikelola oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), meningkat dari 150 ribu barel per hari (bph) menjadi 180 ribu bph. Produksi ini menyumbang lebih dari 25 persen dari total produksi minyak nasional.

Baca Juga :   Pengeboran 7 Sumur Infill Clastic Banyu Urip Diperkirakan Tambah Produksi Blok Cepu 62 Juta Barel

“Rig kami, PDSI#40.3, adalah rig canggih hasil karya anak bangsa yang dirancang dan dibuat sepenuhnya di Indonesia. Rig ini terbukti efisien, bahkan di lokasi sempit dan kompleks seperti Banyu Urip,” ujar Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita ditemui usai mengikuti Peresmian Peningkatan Produksi Minyak Lapangan Banyu Urip, Kamis (26/6/2025) lalu.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait