SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Guna memperluas pengetahuan tentang industri minyak dan gas bumi (migas), operator ladang minyak Banyu Urip, Blok Cepu, ExxonMobil Mobil Cepu (EMCL) gelar kegiatan sosialisasi industri hulu migas untuk mahasiswa American Association of Petroleum Geologists Universitas Gadjah Mada – Student Chapter (AAPG UGM–SC), Senin (8/8/2022).
Kegiatan sosialisasi mengambil tema “Sinergi Energi” ini dipusatkan di Hotel Aston Bojonegoro, dan dihadiri oleh 33 mahasiswa UGM yang terdiri dari tiga angkatan, yaitu 2019, 2020, dan 2021 serta disaksikan secara daring oleh perwakilan SKK Migas Jabanusa.
Juru Bicara dan Humas EMCL, Rexy Mawardijaya, dalam presentasinya menyampaikan tentang perjalanan Lapangan Banyu Urip, sejak kontrak kerjasama resmi mulai tahun 2005 hingga pencapaian produksi saat ini.
“Saat ini, paling tidak EMCL sudah memproduksi minyak mentah sebanyak 218 ribu Barrel Per Hari (BPH). 30 persen dari produksi minyak nasional dihasilkan di sini, di Bojonegoro. Sehingga bisa dibilang sebagai produsen minyak terbesar di Indonesia,” katanya.
Sementara, Andre Pradhanto – ICSR and Digital Sustainment Supervisor EMCL juga turut memberikan motivasi pada mahasiswa. Yakni perihal kemauan dan usaha untuk terus bergerak maju menempuh kesuksesan.
“Strive for progress, not perfection. Dalam dunia kerja, yang akan dilihat oleh perusahaan nantinya adalah bagaimana kita berusaha untuk maju, kita mau atau tidak untuk berkembang. Kunci sukses adalah kemauan dan usaha,” tegasnya.
Selepas kegiatan sosialisasi, para mahasiswa diajak berkeliling Kecamatan Gayam untuk melihat wilayah operasi Lapangan Banyu Urip, serta beberapa lokasi program EMCL. Salah satunya Pusat Informasi Kesehatan (PIK) yang berada di Desa Mojodelik.
“Terima kasih EMCL. Hari ini kami dapat banyak hal baru yang tentunya memberikan inspirasi dan motivasi untuk kami bisa berkarir di dunia migas,” ucap Alexander Rio Saputra, salah satu mahasiswa.
Untuk diketahui, “Sinergi Energi” adalah program pengenalan industri migas untuk mahasiswa yang rutin digelar setiap tahun. Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas pengetahuan mahasiswa mengenai industri hulu migas baik dari segi produksi maupun peluang berkarir.(fin)




