SuaraBanyuurip.com – Program gerakan ayam petelur mandiri (Gayatri) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mulai dirasakan hasilnya oleh keluarga penerima manfaat (KPM). Bantuan 54 ekor ayam petelur yang diberikan sudah mulai produksi.
Salah satu KPM Gaytri Dusun Gayam, Desa Klino, Kecamatan Sekar, Sri Utami mengatakan, dari bantuan 54 ekor ayam petelur yang diterimanya sudah 50 persen produksi.
“Sudah ada 27 ekor yang bertelur,” kata Sri kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (31/7/2025).
Menurut dia, produksi telur sementara ini sebagian telah dibagikan kepada tetangga sekitar. Sedangkan sebagiannya lagi dikonsumsi dan dijual ke toko di sekitar rumahnya.
“Produksi telurnya ada yang saya bagikan ke tetangga secara bergiliran. Saya ingin berbagi agar mereka juga bisa ikut merasakan hasilnya. Bukan hanya mencium aroma kotoran ayam,” tutur Sri.
Gayatri merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro untuk mengentas kemiskinan dan menciptakan kemandirian ekonomi. Sasarannya adalah keluarga prasejahtera yang masuk data mandiri kemiskinan daerah (Damisda).
Setiap KPM memperolah paket bantuan lengkap berupa 54 ekor ayam petelur siap produksi, stok pakan dua bulan pertama, kandang batari, vitamin dan obat-obatan. Anggaran bantuan tersebut bersumber dari 10 persen alokasi dana desa (ADD).
Kepala Desa Klino, Dwi Nurjayanti menambahkan, jumlah penerima program Gayatri di Desa Klino sebanyak 40 KPM. Rerata bantuan ayam yang diberikan sudah produksi.
“KPM penerima program Gayatri di sini sudah merasakan hasilnya. Karena memang bantuan ayam yang diberikan sudah siap bertelur,” ujarnya.
Salain memberikan paket bantuan, Dwi Nurjayanti melanjutkan, Pemerintah Desa Klino juga telah melatih KPM Gayatri untuk memproduksi pakan sendiri. Agar dapat menghemat biaya operasional dan mendapat hasil maksimal.
“Kita juga sudah memiliki alat produksi pakan sendiri,” ucapnya.
Dwi Nurjayanti optimis program Gayatri ini bisa mengurangi kemiskinan, karena KPM memperoleh tambahan pendapatan setiap harinya.
“Mereka juga masih bisa bekerja atau beraktivitas lainnya untuk memperoleh penghasilan,” pungkasnya.(red)





