SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Bojonegoro, Jawa Timur mencatat, sebanyak 237 pekerja lokal bekerja di lapangan minyak Banyu Urip, Blok Cepu yang dikelola ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Mereka mayoritas adalah tenga kerja profesional.
Kepala Seksi (Kasi) Hubungan Industrial Dinperinaker Bojonegoro, Rafiudin Fatoni, menyampaikan, berdasarkan data yang dilaporkan EMCL, sebanyak 239 pekerja yang masih aktif bekerja di lapangan minyak Banyu Urip, Blok Cepu.
“Rinciannya 237 pekerja lokal, 2 pekerja sisanya merupakan tenaga kerja (naker) asing,” katanya, Jumat (1/8/2025).
Hanya saja, Fatoni belum bisa menyebutkan dari 237 pekerja lokal tersebut berapa jumlah pekerja lokal Bojonegoro yang bekerja di lapangan minyak Banyu Urip.
“Untuk detailnya belum dikirim EMCL. Tapi kita sudah memintanya,” ucapnya.
Menurut Fatoni, semua naker yang bekerja di perusahaan EMCL sudah memiliki keahlian, terutama terkait migas.
“Artinya pekerja di Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu itu sudah profesional,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri menegaskan, pentingnya ketepatan waktu pelaporan tenaga kerja oleh perusahaan migas. Terutama, dalam hal keterlibatan tenaga kerja lokal.
’’Kami meminta perusahaan migas melaporkan jumlah naker lokal maupun non lokal secara tepat waktu,” pungkasnya.(jk)





