SuaraBanyuurip.com – Paijan Sukma
Tuban – Kepala Desa (Kades) Kepohagung, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Dono Samuri, menghilang saat didemo warganya dengan tuduhan menggelapkan dana pendapatan desa, di balai desa setempat, Sabtu (2/08/2025).
Tak diketahui kemana perginya sang Kades yang sebelumnya berjanji, pada hari Sabtu ini bakal menyelesaikan tudingan warganya itu. Tetangganya juga tak mengetahui keberadaan Petinggi, sebutan lain untuk Kades di Tuban, tersebut.
Warga yang tak dapat menahan diri mengungkapkan, total dana yang dibawa pemimpinnya itu sebanyak Rp1.135.729.000. Rinciannya dari Pendapatan Asli Desa (PADes) dan Kas Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) sebanyak Rp845.729.000, dan dana investor untuk kegiatan irigasi HIPPA sebanyak Rp290.000.000.
Menurut sejumlah warga, sebenarnya pertemuan di balai desa kali ini musyawarah lanjutan karena pada pertemuan sebelumnya, 22 Juli 2025, tidak terjadi penyelesaian. Kala itu Kades Dono menyatakan akan mengembalikan dana yang dibawanya pada pertemuan berikutnya pada Sabtu (2/08/2025). Sayangnya saat hari H pertemuan, justru Dono tak tampak batang hidungnya.
Warga yang sudah tak bisa menahan diri, langsung mencak-mencak. Agenda musyawarah pun berubah menjadi aksi unjuk rasa, lantaran mereka merasa dikadali oleh kadesnya.
Koordinator warga, Ahmad Ikhyar, menyatakan, pertemuan di balai desa ini sebenarnya merupakan musyawarah menuntut pengembalian seluruh dana yang dibawa Kades. Sayangnya Petinggi Dono ingkar, bahkan tak mendatangi musyawarah yang telah disepakati sebelumnya.
Merasa dibohongi kadesnya, warga beramai-ramai akan menutup balai desa, hingga ada penyelesaian masalah tersebut. Niat warga itu dihalangi oleh aparat Polsek Plumpang yang hadir dipimpin langsung oleh Kapolsek AKP Suganda.
“Jangan menyegel balai desa, nanti malah menghambat pelayanan masyarakat,” ujar Suganda dalam memediasi warga.
Warga pun akhirnya menyegel ruang kerja Kades di balai desa tersebut. “Penyegelan ini bentuk kekecewaan warga terhadap Kades, dan ketidakprofesionalan perangkat desa,” kata warga usai memalang pintu ruang kerja Kades.
Ahmad Ikhyar menambahkan, saat ini warga masih menunggu tindak lanjut langkah dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Apalagi Ketua BPD Kepohagung, Listya Dwi Winarko, sudah berkoordinasi dengan pemerintah pihak kecamatan terkait problem desanya akibat ulah dari Kades.
“Harapan masyarakat semua uang desa yang dibawa kepala desa segera dikembalikan,” ujarnya.
Sedangkan Listya Dwi Winarko menyatakan, pihaknya ingin keterbukaan Kades dalam menggunakan anggaran. BPD berharap Kades bisa menyelesaikan permasalahan yang menyangkut namanya.
Ia katakan, sesuai janji kepada warga Kades mengembalikan uang yang dibawanya pada hari Sabtu ini.
“Hari Senin nanti, kita akan koordinasi dengan Pak Camat,” kata Listya Dwi Winarko. (jan)





