SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Tiga manajer aktif Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, Jawa Timur, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) lolos seleksi administrasi bakal calon direktur utama (dirut). Menanggapi hal tersebut, tim panitia seleksi (pansel) menyatakan majunya tiga pejabat aktif tersebut tak perlu mengundurkan diri dari PT BBS.
Ketiaga pejabat aktif PT BBS (bukan dua manajer seperti yang ditulis sebelumnya) itu adalah Lilik Budi Witoyo sekarang ini menjabat Manager Hukum dan Umum, Muhammad Ali imron saat ini menjabat Manager Operasi, serta Yenni Dahlia Ekawati menjabat sebagai Manajer Keuangan. Ketiganya lolos seleksi administrasi bakal calon Dirut PT BBS.
Sekretaris Pansel Dirut PT BBS, Budi Sukisna mengatakan, tidak ada aturan atau syarat, pejabat aktif di BUMD harus mengundurkan diri saat mencalonkan sebagai bakal calon dirut. Syarat utama mendaftar Dirut PT BBS minimal sudah lima tahun menjabat manager di sebuah perusahaan.
“Selain itu mendapat rekomendasi dari atasan langsung, dibuktikan dengan surat persetujuan,” katanya kepada suarabanyuurip.com, Rabu (27/8/2025).
Budi mengatakan, total ada enam bakal calon Dirut PT BBS lolos seleksi administrasi. Yakni Lilik Budi Witoyo, Moh Nur Faqih, Gatot Suharto Hari Muslimin, Jaswadi, Muhammad Ali imron, dan Yenni Dahlia Ekawati. Mereka nantinya bakal mengikuti tahapan uji kelayakan kepatutan (UKK).
“UKK itu meliputi uji tertulis, wawancara hingga paparan materi rencana bisnis atau renbis PT BBS. Sementara tim pansel juga melibatkan dari akademisi, pejabat Pemkab Bojonegoro, dan Pemprov Jatim,” jelasnya.
Budi menambahkan, para pendaftar Dirut PT BBS juga akan memaparkan materi di hadapan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono. Kemudian, setelah beberapa tahapan seleksi selesai, Dirut PT BBS baru ditetapkan.
“Untuk jadwal UKK masih belum ditetapkan, siang tadi baru pembahasan,” pungkasnya.
Seleksi ini untuk mengisi kekosongan jabatan Dirut PT BBS. Kekosongan jabatan sudah terjadi sejak Thomas Gunawan mengundurkan diri sebagai Dirut PT BBS pada 8 Juli 2022 melalui persetujuan rapat umum pemegang saham. Jabatan Thomas saat itu masih tersisa 2,5 tahun setelah dilantik pada Pebruari 2020.
Jabatan Dirut PT BBS sekarang ini diisi oleh pelaksana tugas (Plt) yang dijabat oleh Setyo Hartono. Mantan Wakil Bupati Bojonegoro dua periode ini juga menjabat Komisaris PT BBS.
Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Sally Atyasasmi mengingatkan, tim pansel bakal calon Dirut PT BBS wajib memperhatikan latar belakang peserta, terutama pengetahuan soal migas.
“Calon dirut juga harus memiliki profesionalitas, kemampuan manajerial, integritas, dan terpenting memiliki pengalaman kerja yang relevan. Itu yang harus menjadi catatan tim pansel,” terangnya.(jk)





