SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bojonegoro mengecam keras tindakan represif aparat kepolisian yang menewaskan seorang driver ojek online, Affan Kurniawan (20). Insiden ini dinilai sebagai bukti matinya keadilan dan semakin suburnya arogansi aparat di negeri ini.
Korban meninggal dunia setelah dilindas kendaraan taktis Brigade Mobil (Brimob) saat mengikuti demo buruh dan serikat pekerja di area depan Rumah Susun Bendungan Hilir II, Jakarta Pusat, Kamis (28/9/2025) kemarin.
Ketua Umum PC PMII Bojonegoro Moh Bahrul Hikam mengatakan, aparat yang seharusnya melindungi masyarakat justru berubah menjadi ancaman nyata. Kekerasan yang merenggut nyawa rakyat kecil merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanat konstitusi dan nilai-nilai kemanusiaan.
“Kami menilai tindakan represif aparat adalah pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia dan prinsip negara hukum. Brutalitas tersebut mencerminkan lemahnya pengawasan serta budaya impunitas di tubuh kepolisian,” tegasnya, Jumat (29/8/2025).
Bahrul menyebut nyawa rakyat kecil kembali menjadi korban arogansi kekuasaan, sementara janji perlindungan hanya sebatas retorika. Tindakan represif aparat kepolisian yang terjadi di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah Jawa Timur dan Bojonegoro, tidak bisa dibiarkan.
“PMII Bojonegoro menegaskan bahwa arogansi aparat harus dihentikan,” tegasnya.
Atas dasar itu, PMII Bojonegoro menuntut Kapolri dan Kapolda Metro Jaya mengusut tuntas kasus ini serta memberikan sanksi hukum paling berat kepada pelaku tanpa pandang bulu. Termasuk segera membebaskan seluruh massa aksi yang ditahan aparat kepolisian.
“Kami juga menuntut reformasi mendasar dalam tubuh kepolisian agar tragedi serupa tidak kembali terjadi,” ujarnya kepada suarabanyuurip.com.
Bahrul menambahkan, PMII Bojonegoro tidak bisa menerima ketika aparat yang seharusnya melindungi justru merenggut nyawa rakyat kecil. Ini bukan hanya tragedi, tetapi pengkhianatan terhadap kemanusiaan dan konstitusi.
“Jika hukum terus gagal ditegakkan, maka pihaknya akan berada di garda terdepan dalam memperjuangkan keadilan bagi rakyat,” tandasnya.(jk)





