Baru 115 Desa di Bojonegoro Realisasikan Gayatri

Program Gayatri
NIKMATI HASIL: Sri Utama, KPM Gayatri Dusun Gayam, Desa Klino, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, sedang memanen telur dari kandang batrai di emperan rumahnya.

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Dari 419 desa di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, baru 115 desa yang sudah melaksanakan program gerakan ayam petelur mandiri (Gayatri). Anggaran yang sudah digelontorkan untuk program Gayatri di 115 desa itu mencapai Rp 11,1 miliar.

Anggaran Rp 11,1 miliar tersebut bersumber dari APBDes. Setiap desa diwajibkan menganggarkan 10% dari alokasi dana desa (ADD) untuk program gayatri.

Keluarga penerima manfaat (KPM) gayatri adalah warga miskin yang masuk dalam daftar data mandiri kemiskinan daerah (Damisda). Setiap KPM mendapat bantuan Rp 16 juta berbentuk 54 ekor ayam petelur siap produksi, kandang batrai, stok pakan selama dua bulan pertama, vaksin, dan obat-obatan.

Program gayatri dirancang untuk pengentasan kemiskinan di Kabupaten Bojonegoro, dan menciptakan kemandirian warga miskin.

Kepala Desa Purwosari, Umi Zumrotin menyampaikan, program gayatri di desanya masih belum terealisasi.

“Masih persiapan, dan terus berjalan,” kata Umi memberi laporan kepada Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono saat pegalaran wayang kulit semalam suntuk dalam rangka puncak sedekah bumi di lapangan Bina Muda 1, Sabtu (13/9/2025) malam.

Baca Juga :   Pemkab Bojonegoro Kembali Anggarkan Rp 74 Miliar untuk Program Gayatri di 2026

Kepala Desa Klino, Kecamatan Sekar, Dwi Nurjayanti menyampaikan, program gayatri di desanya telah terealisasi. Bantuan ayam petelor yang diberikan sudah produksi. Jumlah penerima program sebanyak 40 KPM.

“KPM penerima program Gayatri di sini sudah merasakan hasilnya. Karena memang bantuan ayam yang diberikan sudah siap bertelur,” ujarnya.

Salain memberikan paket bantuan, Dwi Nurjayanti melanjutkan, Pemerintah Desa Klino juga telah melatih KPM Gayatri untuk memproduksi pakan sendiri. Agar dapat menghemat biaya operasional dan mendapat hasil maksimal.

“Kita juga sudah memiliki alat produksi pakan sendiri,” ucapnya.

Dwi Nurjayanti optimis program Gayatri ini bisa mengurangi kemiskinan, karena KPM memperoleh tambahan pendapatan setiap harinya.

“Mereka juga masih bisa bekerja atau beraktivitas lainnya untuk memperoleh penghasilan,” pungkas konten kreator yang dikenal “pagi pemirsa” itu.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bojonegoro, Machmuddin mengatakan, realisasi program gayatri sudah 115 desa dari 419 desa yang ada di Kabupaten Bojonegoro. Total anggaran yang telah digelontorkan mencapai Rp 11,1 miliar yang bersumber dari APBDes.

Baca Juga :   Warga Bojonegoro Nikmati Pangan Murah

“Tahun 2025 ini dianggarkan Rp 45,2 miliar untuk menyasar 2.631 keluarga penerima manfaat di 419 desa,” katanya kepada suarabanyuurip.com, Senin (15/9/2025).

Machmuddin menjelaskan, pelaksanaan program gayatri juga menggunakan dana APBD yang menangani Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan). Selain itu, menggunakan dana tanggungjawab sosial perusahaan (corporate social responbility/ CSR) untuk desa-desa di wilayah operasi minyak dan gas bumi (migas).

Machmuddin berharap program Gayatri bisa menurunkan angka kemiskinan dan stunting di Bojonegoro. Termasuk realisasinya bisa tepat sasaran, dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Kedepan program ini bisa terus berlanjut, agar masyarakat bisa merasakan manfaatnya,” tandasnya.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait