SuaraBanyuurip.com – Sasongko
Bojonegoro – Pengelola lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB), PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) menyebutkan, terjadi pembesaran suar api (flaring) gas JTB saat restart fasilitas plant pasca-shutdown.
Flaring ini bersifat sementara dan akan mengecil seiring stabilnya operasi plant.
“Situasi kini aman dan sepenuhnya terkendali,” kata Manajer Comm. Relations & CID PT PEPC, Rahmat Drajat dikutip Suarabanyuurip.com, Selasa (16/09/2025).
Dijelaskan, bahwa tim di lapangan selalu mematuhi protokol keselamatan dan keamanan yang ketat untuk memastikan operasi berjalan lancar.
”Hal itu tidak terkolerasi dengan jumlah produksi karena masih dalam batas parameter proses produksi normal,” jelasnya saat disinggung membesarnya Flare JTB tersebut ada kaitannya dengan peningkatan produksi.
Diberitakan sebelumnya, sejak usai salat magrib, flare lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, membesar, Senin (15/09/2025).
Besarnya flare yang disertai suara gemuruh tersebut membuat warga desa sekitar kaget dan merasa terganggu. Ditambah kondisi cuaca semakin sumuk.
“Iya, betul Mas. Flare JTB membesar dan disertai suara gemuruh. Sekarang Flare sudah mulai mengecil,” kata Priyo, warga Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, kepada Suarabanyuurip.com.
Warga lainnya, Partono mengatakan, membesarnya Flare JTB dan disertai suara bergemuruh membuat warga kaget. Apalagi ditambah cuaca semakin sumuk.
“Usai salat magrib tadi tiba-tiba Flare JTB membesar warna kemerahannya cukup terang hingga lebih dari pukul 20.00 Wib. Ditambah suara bergemuruhnya juga mengagetkan warga dikira ada kejadian apa,” ujarnya.
”Bahkan banyak warga pada ngomong (bilang) tergantung dan terkejut merasakan kondisi semakin bertabah sumuk (panas) banget,” imbuh warga Desa Ngrejeng, Kecamatan Purwosari ini.(ko)



