PEPC – Alas Beri Penyuluhan Keselamatan Petani Sekitar Gas Metering JTB di Gayam

PEPC JTB.
Para petani sekitar fasilitas Lapangan Gas JTB mendapat penyuluhan keamanan dan keselamatan dari PEPC.(ist/andes)

SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro — Operator lapangan unitisasi gas Jambaran Tiung Biru (JTB), PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) bersama mitra pendamping dari organisasi non pemerintah (ornop) Alas Institute menggelar penyuluhan keamanan dan keselamatan bagi para petani sekitar Area Sales Gas Metering (SGM) di Desa Brabowan, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Acara yang dipusatkan di lokasi parkir area SGM, fasilitas PEPC JTB ini menyasar para petani dari Desa Brabowan, Sudu, Bonorejo, dan Begadon Kecamatan Gayam, Kamis (25/9/2025).

Hadir sebagai penyuluh Kepala Seksi (Kasi) Kegawatdaruratan dan Logistik BPBD Bojonegoro, Agus Purnomo; Relation PEPC JTB, Andi Yulius Widianto; HSSE PEPC, Andian Sodiq; Manajer Program Alas Institute selaku pelaksana kegiatan, Andestara Anggara Putra.

Kasi Kegawatdaruratan dan Logistik BPBD Bojonegoro, Agus Purnomo mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Pertamina EP Cepu dalam mencegah potensi kebakaran lahan di sekitar fasilitas migas. Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat, dinilai sangat penting agar risiko kebakaran bisa diminimalisir, terutama di musim kemarau.

“Kami berharap kegiatan penyuluhan ini meningkatkan kesadaran bersama akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana,” ucapnya.

Sementara Relation PEPC, Andi Yulius Widianto mengatakan, kegiatan penyuluhan ini merupakan bentuk komitmen Pertamina EP Cepu dalam menjaga keamanan dan keselamatan operasional sekaligus melindungi lingkungan dan masyarakat sekitar.

“Melalui edukasi bersama, kami ingin memastikan bahwa masyarakat, khususnya para petani di sekitar area operasi, memahami langkah-langkah pencegahan kebakaran lahan serta peran penting mereka dalam menjaga keamanan fasilitas Lapangan Gas JTB,” katanya.

Sedangkan HSSE PEPC, Andian Sodiq memaparkan, aspek keamanan dan keselamatan adalah prioritas utama di setiap kegiatan operasi. Potensi kebakaran lahan bisa berdampak serius pada operasional maupun lingkungan, sehingga langkah preventif perlu diperkuat melalui koordinasi dengan berbagai pihak.

“Edukasi kepada masyarakat sekitar, terutama petani, menjadi bagian penting dalam upaya menciptakan zero accident dan operasi yang berwawasan lingkungan,” paparnya.

Di tempat yang sama, Manajer Program Alas institute, Andestara Anggara Putra menambahkan, sebagai mitra dalam kegiatan penyuluhan ini, mendukung penuh upaya PEPC dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pencegahan kebakaran lahan.

Andes, sapaan akrabnya menyatakan, Lapangan gas JTB berperan penting untuk mensuplai kebutuhan pembangkit listrik di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Oleh karena itu ia mengharap dukungan semua pihak untuk turut menjaga keberlangsungan operasi.

Selain itu pihaknya mengimbau kepada para petani di sekitar Fasilitas Lapangan Gas JTB, agar tidak membersihkan lahan dengan cara dibakar karena sangat berbahaya bagi operasi migas, lingkungan maupun masyarakat sendiri.

“Kami percaya edukasi dan pendampingan yang berkesinambungan akan memberikan dampak positif, tidak hanya untuk keamanan fasilitas migas, tetapi juga bagi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani yang menggantungkan hidup dari lahan mereka,” imbuhnya usai penyuluhan kepada Suarabnyuurip.com.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait