SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Program gerakan beternak ayam petelur mandiri (Gayatri) di empat desa ring satu lapangan minyak Sukowati, Blok Tuban, di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur sudah berjalan. Ayam yang didistribusikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) sebagian sudah bertelur.
Field Manager PEP Sukowati Field, Arif Rahman Hakim menyampaikan, program CSR Gayatri ini dilaksanakan di lima desa di Kabupaten Bojonegoro. Meliputi Desa Ngampel dan Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas; Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro; Desa Bondol Kecamatan Ngambon; dan Desa Sidomukti, Kecamatan Kepohbaru.
“Namun dari lima desa ring satu itu, baru empat desa yang sudah menjalankan program Gayatri. Lima desa itu totalnya ada 62 KPM,” katanya, Senin (20/10/2025).
Arif Rahman mengatakan, beberapa ayam sudah bertelur, meski belum merata karena baru disalurkan. Jumlah produksi masih dilakukan pendataan, karena baru awal. Secara keseluruhan, penyaluran bantuan sarana prasarana (sarpras) hingga ayam petelur sudah 100 persen.
“Kecuali Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro belum menerima dropping ayam. Rencana ayam petelur akan disalurkan minggu keempat Oktober 2025 ini,” ujarnya.
Namun untuk Desa Campurejo, bantuan sarpras budidaya ayam petelur sudah 70 persen, hanya kurang pullet atau bibit ayam. Dia berharap hingga akhir Oktober ini bisa terealisasi semua.
“Sehingga bisa membantu perekonomian keluarga penerima manfaat,” tandasnya.
Kepala Desa Ngampel, Purwanto menambahkan, ada 15 KPM penerima program Gayatri dari CSR Pertamina EP Sukowati. Setiap KPM mendapat bantuan 54 ayam petelur siap produksi, kandang batrai, stok pakan, obat-obatan dan vitamin.
“Program Gayatri ini sangat membantu keluarga prasejahtera. Mereka mendapat tambahan penghasilan, karena masih bisa bekerja atau aktivitas lainnya,” pungkasnya.(jk)





