SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Program gerakan ayam petelur mandiri (Gayatri) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur sebagian sudah berjalan. Kecamatan Gayam menjadi satu-satunya yang menjalankan program Gayatri tanpa menggunakan biaya yang sumber APBD maupun P-APBD 2025.
Camat Gayam, Palupi Hadi Ratih Dewanti mengatakan, program Gayatri di wilayahnya terkover anggaran program pengembangan masyarakat (PPM) ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).
“Program Gayatri di sini tak bersumber bersumber dari APBD induk 2025 maupun P APBD 2025,” kata Palupi kepada suarabanyuurip.com, Minggu (9/11/2025).
Mantan Camat Kedewan, itu menjelaskan berdasarkan data mandiri masyarakat miskin daerah (damisda) Kecamatan Gayam terdapat 881 kepa keluarga (KK). Dari jumlah tersebut, sebanyak 330 keluarga penerima manfaat (KPM) telah mendapat program Gayatri yang bersumber dari PPM EMCL dan 125 KPM dari APBDes.
“Sisanya terdapat 426 KK yang belum tercover,” ujarnya,
Kepala Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Yuntik Rahayu mengatakan, jumlah penerima program Gayatri di desanya sebanyak 68 KPM. Rinciannya, 50 KPM bersumber dari PPM EMCL dan 18 KPM dari alokasi dana desa (ADD).
“Tidak ada KPM yang bersumber dari APBD induk 2025 maupun P APBD 2025 di sini. Awalnya ada edaran mendapat 40 KPM, terus turun menjadi 15 KPM,” tandasnya.
Sebagai informasi, SKK Migas bersama EMCL mendistribusikan sebanyak 21.600 ayam petelur secara bertahap kepada 400 keluarga prasejahtera produktif. Tersebar di 16 desa di sekitar wilayah operasional EMCL.
Setiap keluarga penerima manfaat (KPM) mendapatkan 54 ayam petelur, kandang, pakan, vitamin dan obat-obatan. Kemudian KPM juga mendapat pendampingan dari mitra program selama lima bulan untuk memastikan penerima program memiliki ketrampilan teknis beternak ayam.(jk)






