50 Nyawa Hilang Setiap Hari, DPRD Jatim Sri Wahyuni Nyatakan Perangi Narkoba

Wakil Ketua DPRD Jatim, Sri Wahyuni.
Wakil Ketua DPRD Jatim, Sri Wahyuni.(ist/dok.pribadi)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Wakil Ketua IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur (Jatim), Sri Wahyuni menyatakan perang terhadap narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba). Ia mengajak serta semua pihak untuk melawan narkoba sebagai musuh bersama.

‎”Indonesia sedang menghadapi bencana kemanusiaan tanpa suara, setiap hari 50 orang meninggal dunia akibat narkoba,” kata Sri Wahyuni kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (12/11/2025).

‎Legislator perempuan berdedikasi tinggi puluhan tahun di dunia medis ini merasa geram, sebab melihat data Badan Narkotika Nasional (BNN) 2025 menunjukkan lebih dari 60 persen korban adalah generasi muda usia produktif, terutama Milenial dan Gen Z.

‎”Ini bukan sekadar masalah kesehatan, tapi ancaman strategis terhadap masa depan bangsa, terutama di tengah harapan besar atas bonus demografi,” ujar Sri Wahyuni.

‎Mengapa generasi muda rentan?, kata Yuni, begitu ia disapa, ada beberapa sebab, antara lain tekanan akademik, kesepian digital, pengaruh teman, dan kurangnya edukasi yang relevan membuat mereka mudah tergoda.

‎Selain itu narkoba sintetis seperti sabu dan ekstasi kini lebih mudah diakses daripada vaksin—melalui jalur gelap, media daring, bahkan aplikasi pesan. Untuk itu, dalam memberikan solusi terhadap bahaya narkoba, pendekatannya tidak bisa secara parsial.

‎Yuni menyebut perlu pendekatan tiga pilar; Pertama ialah edukasi yang menyentuh hati. Baginya, menghadapi Gen Z tidak cukup dengan ceramah “jangan pakai narkoba”. Melainkan harus bicara dalam bahasa mereka: melalui TikTok, podcast, seni, dan tokoh inspiratif. Libatkan peer educator (pendidikan sebaya), komunitas kampus, dan influencer (individu) muda untuk menanamkan nilai: hidup bermakna lebih hebat daripada “high” palsu.

‎Pendekatan ke dua, dalam hal penanggulangan. Spesifik tentang pencegahan dan pemberantasan narkoba. Bisa dilakukan dengan cara. memperkuat deteksi dini di sekolah, kampus, dan lingkungan. Mendorong program “Sekolah dan Desa Bebas Narkoba”. Mendorong aparat penegak hukum untuk memutus jaringan secara tuntas, termasuk peredaran melalui dark web dan pelabuhan. Serta menindak tegas oknum yang melindungi bandar.

‎Pendekatan ke tiga, pada sisi rehabilitasi dan pemulihan. Wakil Ketua DPRD Jatim yang terpilih dari daerah pemilihan Bojonegoro dan Tuban ini melihat, pengguna narkoba bukan hanya yang terjerat kasus pidana, melainkan banyak pula yang memang merupakan korban. Maka fasilitas rehabilitasi harus diperluas, terjangkau, dan tanpa stigma. Mantan pengguna harus diberi ruang kembali ke masyarakat melalui pelatihan vokasi dan dukungan psikososial.

‎”Saya sebagai Wakil Rakyat ingin menyatakan: kami tidak akan tinggal diam. 50 jiwa yang hilang hari ini, berarti 50 impian yang padam, 50 keluarga yang hancur. Jika hari ini kita gagal, besok bangsa ini kehilangan masa depannya,” tegas Yuni.

‎”Mari kita nyatakan: narkoba adalah musuh bersama. Tidak ada tempat bagi narkoba di bumi nusantara. Generasi muda adalah garis depan, dan kita harus melindungi mereka. Indonesia Bersih Narkoba 2045 bukan hanya slogan tapi komitmen nasional,” lanjut wakil rakyat dari Fraksi Partai Demokrat ini.

‎Diwawancarai secara terpisah, Kepala Satuan Reserse Narkoba (Sat Reskoba) Polres Bojonegoro, Iptu Mudo Tri Sanjoyo, menyatakan apresiasi kepada semua pihak yang aktif mengobarkan semangat peperangan melawan narkoba. Sebab untuk mencegah dan memberantas peredaran serta penyalahgunaan narkoba memang diperlukan peran semua pihak. Tidak hanya dari sisi penegak hukum saja.

‎”Untuk tindakan, kami dari Polres Bojonegoro terus melaksanakan giat tersebut, terakhir kami ungkap kasus, menangkap tersangka dengan barang bukti hingga 65 ribu butir obat keras berbahaya,” bebernya.

‎Sementara terkait upaya pencegahan, pihaknya bersama Humas Polres Bojonegoro telah melakukan sosialisasi melalui berbagai saluran yang tersedia. Baik luar jaringan maupun dalam jaringan. Paling dekat, Sabtu 8 November 2025 baru saja terlaksana sosialisasi cegah narkoba di Kecamatan Sugihwaras.

‎”Kami sering menggalakkan perangi narkoba lewat sosialisasi di sekolah-sekolah, desa, kegiatan pemerintah, dan apapun saluran yang dapat dimanfaatkan untuk mencegah bahaya narkoba,” tandas Iptu Mudo.(fin)

Pos terkait