SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Produksi padi Kabupaten Bojonegoro, tahun 2025 mencapai 1,06 juta ton Gabah Kering Panen (GKP) atau terbesar ke dua di Jawa Timur. Meningkatnya produksi ini karena sebagian petani panen padi sebanyak tiga kali. Hal tersebut disebabkan adanya fenomena kemarau basah, sehingga pasokan air untuk persawahan terpenuhi.
Salah satu petani asal Desa Karangdowo, Kecamatan Sumberrejo, Muhammad Rondhi mengatakan, selama setahun ini sudah panen padi sebanyak tiga kali. Sebab musim tanam pertama, kedua, hingga ketiga ketersediaan air tercukupi.
“Itu karena adanya fenomena kemarau basah, yakni meski kemarau namun masih terjadi hujan,” katanya, Rabu (12/11/2025).
Dia mengungkapkan, tahun 2025 ini tak seperti tahun lalu, biasanya saat kemarau menanam palawija di sawah, tapi karena kemarau tahun ini masih turun hujan tetap tanam padi. Petani di Sumberrejo selain mengandalkan hujan juga menggunakan air dari saluran irigasi.
“Sehingga tak perlu khawatir kekurangan air. Dari tanam padi hingga panen sebanyak tiga kali ini, bisa membuat produksi padi meningkat,” jelasnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, Zaenal Fanani menambahkan, luas tanam padi di wilayah Bojonegoro bertambah, karena tahun ini petani tanam padi secara berturut.
“Sehingga, luas tanam padi diperkirakan meningkat dibanding tahun kemarin dari 10 ribu hektare,” terangnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, produksi padi Bojonegoro mencapai 886.443 ton Gabah Kering Giling (GKG) atau setara 1,06 juta ton Gabah Kering Panen (GKP).
Produksi tersebut menempatkan Kabupaten Bojonegoro menjadi penghasil padi terbesar kedua di Jawa Timur. Produksi padi Bojonegoro 2025 melampaui Kabupaten Ngawi sebesar 775.466 ton GKG dan menempatkannya di peringkat tiga.
Jika Kabupaten Ngawi bergeser di peringkat ketiga, posisi juara produksi padi terbesar di Jatim masih dipegang oleh Kabupaten Lamongan sebanyak 905.000 ton GKG atau setara 1,15 juta ton GKP.
BPS Jatim mencatat bahwa sepanjang 2025 total luas panen mencapai 1,84 juta hektare, meningkat 13,69 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Produksi Gabah Kering Panen (GKP) meningkat menjadi 12,66 juta ton, sedangkan Gabah Kering Giling (GKG) mencapai 10,53 juta ton, yang jika dikonversi setara dengan 6,08 juta ton beras. Berdasar data, BPS menegaskan peran Jawa Timur sebagai salah satu lumbung pangan nasional. (jk)





