Pengusaha Blok Cepu Optimis Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus di Bojonegoro Bisa Buka Peluang Usaha

Lapangan migas Banyu Urip, Blok Cepu.
PENGHASIL MIGAS : Fasilitas utama pemrosesan minyak Banyu Urip, Blok Cepu, di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang dikelola ExxonMobil.(arifin jauhari)

SuaraBanyuurip.com – Dukungan pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terus menguat. Kali ini, dukungan datang dari pengusaha lokal sekitar lapangan minyak Banyu Urip, Blok Cepu, di Kecamatan Gayam. Mereka meyakini pembangunan kawasan ekonomi khusus di Bojonegoro akan menumbuhkan industri-industri baru dan membuka peluang usaha bagi pengusaha lokal.

Direktur Utama CV Prima Abadi Desa Gayam, Kamidin menilai, pembangunan kawasan ekonomi khusus akan menjadi harapan baru bagi pengusaha lokal Bojonegoro, khususnya sekitar lapangan migas Banyu Urip, Blok Cepu dan lapangan gas Jambaran-Tiung Biru (JTB). Sebab, setelah kedua lapangan tersebut produksi peluang usaha yang tersedia semakin terbatas, karena proyek konstruksi telah berakhir.

“Kami sangat mendukung kalau di sini dibangun kawasan ekonomi khusus. Ini akan memunculkan industri-industri baru yang bisa memberikan peluang usaha bagi pengusaha lokal, baik saat konstruksi berlangsung maupun saat industri berjalan,” tegasnya kepada suarabanyuurip.com, Minggu (23/11/2025).

Menurut Kamidin, keberadaan migas Banyu Urip dan JTB belum memberikan kesempatan usaha bagi pengusaha lokal secara maksimal dan berkelanjutan pasca proyek konstruksi selesai. Akibatnya banyak pengusaha lokal gulung tikar karena minimnya peluang usaha yang tersedia.

Baca Juga :   Percepat Pemerataan Pertumbuhan Ekonomi, Bojonegoro akan Bangun Kawasan Kota Kecamatan

“Ini terjadi karena di sini tidak ada industri pengolahan. Seperti hasil produksi minyak mentah dari Bany Urip langsung dikirim ke lepas pantai Palang Tuban melalui pipa. Begitu juga dengan produksi gas JTB juga untuk memenuhi kebutuhan industri di Jawa Tengah,” tuturnya.

“Berbeda lagi kalau sebagian produksi minyak dan gasnya diolah di sini. Tentu ini akan memunculkan industri-industri baru yang bisa menciptakan peluang usaha,” lanjut Kamidin.

Dukungan yang sama disampaikan Anton Prasetyo, Direktur CV Gerbang Sewu. Pengusaha muda Desa/Kecamatan Gayam, menilai pembangunan kawasan ekonomi khusus di Bojonegoro bisa menjadi solusi masuknya industri-industri baru, sehingga menciptakan peluang usaha bagi pengusaha lokal.

“Bisa dibayangkan, kalau di situ ada banyak pabrik-pabrik, tentu juga akan banyak peluang usaha yang bisa ditangkap pengusaha lokal,” sambungnya.

Menurut Anton, keberadaan kawasan ekonomi khusus di Bojonegoro ini juga akan mampu meningkatkan daya saing pengusaha lokal. Serta dapat membuka peluang pekerjaan bagi masyarakat.

“Juga UMKM akan tumbuh dan berkembang sebagai pendukung industri,” pungkasnya.

Baca Juga :   Tuding JOBP-PEJ Belum Maksimalkan Konten Lokal

Sebelumnya, sekretaris Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bojonegoro, Imam Hambali mengatakan, pembangunan kawasan ekonomi khusus di Bojonegoro bisa menjadi solusi tmempercepat pertumbuhan ekonomi lokal. Sebab akan menciptakan lapangan kerja baru, menarik investasi, meningkatkan daya saing daerah, dan mendorong pengembangan sektor-sektor lain seperti industri, pariwisata, dan perdagangan, serta beberapa sektor lain.

“Kawasan ekonomi khusus ini bisa menjadi salah satu bagian untuk melahirkan ekosistem yang baik bagi tumbuhnya perekonomian Bojonegoro,” tegas Hambali.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait